INDOZONE.ID - Kesehatan keluarga merupakan aset paling berharga yang harus dijaga melalui langkah pencegahan yang tepat.
Menyadari hal tersebut, PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma, berkolaborasi dengan Mandaya Royal Hospital Puri menggelar acara edukasi kesehatan bertajuk “Pentingnya Vaksin Dewasa dan Vaksin EV71 HFMD untuk Perlindungan Keluarga”.
Baca juga: 6 Alasan Belajar Bahasa Jerman: Investasi Karier, Edukasi, dan Pengalaman Global
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa perlindungan melalui vaksinasi tidak hanya berhenti saat masa kanak-kanak, tetapi harus berlanjut hingga usia dewasa dan lansia.
Vidi Agiorno, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, menekankan bahwa penyakit menular masih menjadi beban besar di Indonesia.
Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen menyediakan vaksin yang relevan untuk segala tahapan usia.
Menurutnya, setiap anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia, memiliki risiko yang sama untuk terkena infeksi serius jika tidak dibentengi dengan kekebalan yang cukup.
Narasumber pertama, yaitu dr. Visakha Revena Irawan, Sp.PD, AIFO-K, memaparkan pentingnya vaksinasi pada orang dewasa.
Salah satu konsep penting yang diperkenalkan adalah cocoon immunity atau kekebalan kepompong.
Ia memaparkan bahwa dengan melengkapi vaksinasi pada anggota keluarga yang aktif, kita secara tidak langsung melindungi mereka yang rentan, seperti bayi atau anggota keluarga dengan kondisi medis tertentu yang belum bisa divaksin.
Baca juga: Vaksin Wajib Anak di Indonesia, Simak Daftar Lengkapnya
Orang dewasa yang memiliki mobilitas tinggi, seperti pekerja kantoran atau mereka yang sering bepergian, berisiko tinggi menjadi pembawa (carrier) penyakit seperti influenza, hepatitis B, hingga Japanese Encephalitis (radang otak).
Dengan mendapatkan vaksinasi, risiko penularan virus dari luar ke lingkungan rumah dapat ditekan secara signifikan.
Selain vaksinasi dewasa, perhatian khusus juga diberikan pada ancaman penyakit Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau yang lebih dikenal sebagai Flu Singapura.
Hingga pertengahan tahun 2026, data menunjukkan lonjakan kasus yang cukup signifikan di Indonesia, dengan lebih dari 18.000 kasus yang tersebar di berbagai provinsi.
Dokter Spesialis Anak Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Handayani, menjelaskan bahwa HFMD bukan sekadar penyakit kulit biasa.
“HFMD bukan sekadar ruam biasa. HFMD yang disebabkan oleh virus EV71 berpotensi menimbulkan komplikasi serius yang perlu diwaspadai, seperti dehidrasi berat, kerusakan otak (ensefalitis), gangguan jantung, hingga gagal napas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa gejalanya sering kali dimulai dengan demam, sariawan di mulut, serta munculnya bintil air di telapak tangan dan kaki.
Baca juga: Kasus Lupus di Indonesia Tinggi, AstraZeneca Dorong Deteksi Dini dan Akses Terapi yang Lebih Tepat
Sebagai solusi pencegahan, kini telah tersedia vaksin EV71 HFMD yang telah disetujui oleh BPOM RI.
Vaksin tersebut terbukti efektif memberikan perlindungan hingga 94,6 persen terhadap infeksi virus EV71 dan mencegah risiko rawat inap akibat komplikasi berat hingga 100 persen.
Vaksin ini dapat diberikan kepada anak mulai dari usia 6 bulan hingga sebelum usia 6 tahun dalam dua dosis dengan jarak waktu satu bulan.
Chief Medical Officer Mandaya Hospital Group, dr. Senta L. Kumurur, menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah dalam mengedepankan program pencegahan penyakit (preventif) dibandingkan hanya sekadar mengobati (kuratif).
Dengan tersedianya layanan vaksinasi yang lengkap untuk semua kategori usia di rumah sakit, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kualitas kesehatan jangka panjang bagi seluruh anggota keluarga mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release