INDOZONE.ID - Merokok masih jadi salah satu masalah kesehatan yang cukup besar di Indonesia.
Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh perokok aktif, tapi juga orang-orang sekitar, termasuk anak-anak yang setiap hari menghirup asap rokok.
Saat ini, jumlah perokok di Indonesia mencapai sekitar 70 juta orang dan sebagian di antaranya masih berusia 10–18 tahun.
Di sisi lain, penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan remaja juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Menyikapi hal ini, kampanye nasional #SehatTanpaRokok dibuat untuk mengajak masyarakat hidup lebih sehat sekaligus mendukung mereka yang ingin berhenti merokok.
Baca juga: Sama-Sama Baik untuk Pencernaan, Apa Bedanya Prebiotik dan Probiotik?
Anak-Anak Jadi Korban Asap Rokok
Bahaya rokok ternyata tidak hanya mengintai perokok aktif, karena anak-anak yang tinggal di lingkungan perokok juga berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan.
Menurut data WHO dan Kementerian Kesehatan RI, pneumonia menjadi salah satu penyebab kematian anak di bawah lima tahun yang masih cukup tinggi di dunia. Risiko tersebut bisa meningkat pada anak yang sering terpapar asap rokok di rumah.
Karena itu, menciptakan lingkungan bebas asap rokok menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi kesehatan keluarga.
Baca juga: 7 Manfaat Daun Singkong untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui
Banyak Pihak Turun Tangan
Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjalin kolaborasi strategis dengan Kenvue, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Guardian.
Kolaborasi ini dilakukan melalui Workshop Upaya Berhenti Merokok bagi tenaga kesehatan agar mereka bisa membantu lebih banyak masyarakat yang ingin berhenti merokok.
Pemerintah Ingin Generasi Muda Terhindar dari Rokok
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan pentingnya upaya pencegahan sejak dini.
"Di Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini, saya ingin mengingatkan bahwa kita memiliki agenda Transformasi Sistem Kesehatan yang menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai fondasi utama. Pemerintah terus memperkuat kebijakan pengendalian tembakau serta menyelesaikan regulasi yang bertujuan untuk mengurangi daya tarik produk tembakau, terutama bagi anak-anak dan remaja. Peraturan ini kami susun untuk menekan normalisasi penggunaan produk tembakau di masyarakat, sekaligus mencegah munculnya pengguna baru, khususnya pada kelompok usia muda," ujar Benjamin.
Baca juga: Polip Usus Sering Tak Bergejala, Kebiasaan Ini Bisa Tingkatkan Risikonya
Menurutnya, berbagai aturan tersebut dibuat agar semakin sedikit anak muda yang mulai mencoba rokok.
Berhenti Merokok Gak Selalu Semudah yang Dibayangkan
Faktanya, ketergantungan nikotin adalah masalah serius yang membutuhkan intervensi klinis yang terukur.
Penasihat Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto, menjelaskan bahwa rokok konvensional ataupun rokok elektronik sama-sama memiliki risiko yang serius.
"Rokok konvensional merupakan faktor risiko utama Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), kanker paru, penyakit jantung, dan stroke. Sementara itu, rokok elektronik juga bukan tanpa risiko bagi kesehatan karena tetap mengandung zat adiktif nikotin dan penggunaannya di kalangan remaja terus meningkat. Yang perlu dipahami, ketergantungan nikotin adalah kondisi medis sehingga berhenti merokok sering kali membutuhkan bantuan profesional, bukan sekadar mengandalkan niat," ungkap Agus.
Ia juga menjelaskan bahwa terapi pengganti nikotin atau Nicotine Replacement Therapy (NRT) bisa membantu mengurangi rasa ingin merokok dan gejala putus nikotin.
Baca juga: Sering Dianggap Sepele, Serat Ternyata Punya Peran Besar untuk Kesehatan Tubuh
Langkah Kecil untuk Hidup Lebih Sehat
Dengan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, serta akses informasi yang tepat, proses berhenti merokok bisa terasa lebih ringan.
Melalui kampanye #SehatTanpaRokok, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa berhenti merokok bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk melindungi orang-orang terdekat dari bahaya asap rokok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung