Kamis, 04 JUNI 2026 • 13:45 WIB

Sleepmaxxing: Tren Viral yang Katanya Bikin Tidur Lebih Berkualitas, Benarkah?

Author

Sleepmaxxing, tren viral yang disebut bisa tingkatkan kualitas tidur. (Magnific)

INDOZONE.ID - Tidur kini bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehat. 

Di media sosial, khususnya TikTok, muncul tren baru bernama sleepmaxxing, yaitu berbagai cara untuk mengoptimalkan kualitas tidur agar tubuh dan pikiran bisa berfungsi lebih maksimal.

Mulai dari menggunakan masker tidur, mengonsumsi suplemen magnesium, memasang white noise, hingga menempelkan plester di mulut saat tidur, semua diklaim bisa membuat tidur lebih nyenyak. 

Namun, apakah semua metode tersebut benar-benar efektif?

Baca juga: 6 Penyebab Sulit Tidur Malam Terus-menerus, Ganggu Fokus dan Kesehatan

Apa Itu Sleepmaxxing?

Sleepmaxxing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai kebiasaan, teknik, produk, atau "hack" yang bertujuan meningkatkan kualitas dan durasi tidur.

Tren ini populer di TikTok dan menjadi bagian dari gerakan self improvement yang sedang digandrungi generasi muda.

Tujuan utamanya sederhana, yakni mendapatkan tidur yang lebih cepat, lebih dalam, dan lebih berkualitas sehingga tubuh lebih segar saat bangun.

Beberapa praktik sleepmaxxing yang sering dilakukan antara lain:

  • Menggunakan masker mata dan earplug.
  • Menyalakan white noise atau suara hujan.
  • Mengonsumsi magnesium atau melatonin.
  • Menggunakan pelacak tidur (sleep tracker).
  • Mengurangi paparan cahaya biru sebelum tidur.
  • Menjaga suhu kamar tetap sejuk.
  • Mengonsumsi kiwi atau minuman tertentu sebelum tidur.
  • Mouth taping atau menempelkan plester di mulut saat tidur.

Mengapa Tren Sleepmaxxing Menarik?

Popularitas sleepmaxxing tidak muncul begitu saja. Banyak orang mulai menyadari bahwa kualitas tidur sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik, mental, produktivitas, hingga suasana hati sehari-hari.

Selain itu, hadirnya smartwatch dan perangkat pelacak kesehatan membuat orang semakin mudah memantau pola tidurnya. 

Akibatnya, banyak yang terdorong untuk mencari cara agar skor tidur mereka semakin baik.

Di sisi lain, generasi muda saat ini juga lebih peduli pada keseimbangan hidup dibanding sekadar bekerja tanpa henti. 

Tidur yang cukup kini dianggap sebagai bagian penting dari self-care dan kesehatan jangka panjang.

Apakah Kiat-Kiat Sleepmaxxing Benar Berhasil?

Sebagian iya, dan sebagian lagi belum terbukti secara ilmiah. 

Para ahli tidur menilai beberapa praktik sleepmaxxing memang didukung oleh penelitian. Misalnya:

1. Menjaga Jadwal Tidur yang Konsisten

Tidur dan bangun pada jam yang sama jam yang sama setiap hari merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas tidur. 

Bahkan banyak pakar menyebut kebiasaan ini sebagai senjata utama untuk mendapatkan tidur yang sehat.

2. Mengurangi Paparan Layar sebelum Tidur

Cahaya biru dari ponsel, tablet, atau laptop dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. 

Karena itu, mengurangi penggunaan gadget menjelang tidur memang terbukti bermanfaat.

3. Membuat Kamar Tetap Gelap dan Sejuk

Lingkungan tidur yang tenang, gelap, dan memiliki suhu sejuk telah lama menjadi bagian dari rekomendasi kesehatan tidur atau sleep hygiene.

4. Teknik Relaksasi

Meditasi, latihan pernapasan, dan relaksasi otot dapat membantu menurunkan stres sehingga tubuh lebih mudah tertidur.

Namun, tidak semua tren sleepmaxxing memiliki bukti yang kuat.

Baca juga: Bukan Olahraga! Tidur Ternyata Bisa Efektif Turunkan Risiko Depresi hingga 50 Persen

Selain keempat kiat di atas, ada beberapa yang masih perlu dipertanyakan keefektifannya, seperti mouth taping dan suplemen tidur. 

Para ahli mengatakan, manfaat mouth taping atau menempelkan plester di mulut masih belum terbukti secara kuat. 

Bahkan pada beberapa orang, praktik ini justru berpotensi mengganggu aliran udara dan menimbulkan risiko kesehatan tertentu.

Sedangkan untuk suplemen tidur, efektivitasnya tidak selalu sama pada setiap orang. Penggunaan suplemen juga sebaiknya tidak dilakukan sembarangan tanpa memahami kebutuhan tubuh masing-masing.

Bahaya Terlalu Terobsesi dengan Tidur

Meski terdengar sehat, sleepmaxxing juga memiliki sisi negatif jika dilakukan secara berlebihan.

Para ahli menyebut kondisi ini sebagai orthosomnia, yaitu obsesi untuk mendapatkan tidur yang sempurna. 

Orang yang terlalu fokus pada skor tidur atau terus mencoba berbagai metode tidur justru bisa menjadi cemas dan semakin sulit tidur.

Ironisnya, semakin seseorang memikirkan kualitas tidurnya sepanjang waktu, semakin besar kemungkinan ia mengalami gangguan tidur akibat stres dan kecemasan.

Jadi, tidak ada salahnya mencoba beberapa kebiasaan sleepmaxxing yang memang didukung sains. Namun, kamu tidak perlu mengikuti semua tren yang viral di media sosial.

Pada akhirnya, kualitas tidur yang baik biasanya berasal dari kebiasaan sederhana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nationalgeographic.grid.id, Mylovebedcover.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU