Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 APRIL 2026 • 17:30 WIB

Penelitian Ungkap Manfaat Berkemah untuk Kualitas Tidur

Penelitian Ungkap Manfaat Berkemah untuk Kualitas TidurIlustrasi anak Pramuka berkemah (freepik)

INDOZONE.ID - Tidak sedikit orang mengalami kesulitan tidur nyenyak, mulai dari sering terbangun di malam hari hingga sulit terlelap dalam waktu lama. Kondisi ini kerap dipengaruhi berbagai faktor, seperti kebiasaan sebelum tidur hingga paparan cahaya buatan.

Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidur di alam terbuka atau berkemah justru dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Paparan langsung terhadap siklus alami siang dan malam dinilai mampu mengatur ulang ritme tubuh agar lebih selaras.

Karena itu, berkemah kini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga berpotensi menjadi cara sederhana untuk membantu mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Tidur di Luar Ruangan Atur Ulang Jam Sirkadian

Sebagian besar orang tidur jauh setelah matahari terbenam. Ketidaksesuaian ini berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Penelitian menunjukkan, tidur di luar ruangan dapat membantu menyelaraskan kembali ritme tubuh dengan siklus alami matahari dan bulan.

Para ilmuwan menemukan bahwa berkemah selama akhir pekan dapat mengatur ulang jam sirkadian agar lebih selaras dengan lingkungan alami. Dampaknya, waktu tidur menjadi lebih awal dan risiko gangguan kesehatan seperti penyakit kardiovaskular hingga depresi bisa berkurang.

Baca juga: Susah Tidur di Malam Hari? Yuk Coba Konsumsi 5 Makanan Berikut

Sekitar 15 tahun lalu, Kenneth Wright, direktur Laboratorium Tidur dan Kronobiologi di University of Colorado Boulder, melakukan penelitian dengan membawa sekelompok peserta berkemah selama seminggu di Pegunungan Rocky. Mereka tidak menggunakan senter atau ponsel, dan terpapar cahaya alami hingga empat kali lebih banyak dari biasanya.

Hasilnya, jam sirkadian peserta bergeser dua jam lebih awal. Kadar hormon melatonin penanda waktu biologis malam, turun lebih cepat saat pagi hari dibandingkan saat mereka tidur di rumah.

“Paparan cahaya buatan modern membuat ritme sirkadian kita tidak selaras. Otak seolah masih menganggap kita harus tidur saat kita sudah bangun,” jelas Wright.

Dengan ritme yang lebih selaras, tubuh menjadi lebih sehat. Ia menambahkan, orang dengan pola tidur lebih awal cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap penyalahgunaan zat, depresi, obesitas, hingga diabetes.

Tidur di Bawah Bintang Lebih Menyegarkan

Penelitian Ungkap Manfaat Berkemah untuk Kualitas TidurHealing di hutan ala orang Jepang (Z Creators/Fabiola Lawalata)

Ella Hewton, manajer komunitas Love Her Wild di Inggris, mengaku merasakan manfaat langsung dari tidur di alam terbuka.

“Ada sesuatu yang istimewa dari ritme alami itu. Burung membangunkan kita saat fajar, dan cahaya pagi terasa sangat menyenangkan,” ujarnya.

Dalam pengalaman terbaiknya, ia tidur tanpa cahaya buatan, tanpa ponsel dan tanpa senter, hanya ditemani api unggun dan selimut. Meski sempat terbangun di malam hari, ia justru merasa lebih segar dan berenergi di siang hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bbc.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Penelitian Ungkap Manfaat Berkemah untuk Kualitas Tidur

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!