INDOZONE.ID - Cuka apel tak hanya rutin dikonsumsi orang tua demi menjaga kebugaran tubuh dan lebih panjang umur. Rupanya gen z juga banyak yang melirik khasiat cuka apel yang terkenal sejak zaman Belanda.
Gen z dinilai semakin peduli dengan gaya hidup sehat, karena mereka begitu mudah mendapatkan informasi kesehatan dan nutrisi melalui sosial media. Selain itu, untuk mendapatkan produk pangan sehat di era digital ini sangat mudah. Contohnya seperti cuka apel ini yang boleh dikonsumsi setiap hari.
Seperti yang diakui Pendiri Nutrifarm Ir. Tengku Syaiful Amanullah Azwar bahwa sekarang gen z sudah makin canggih dan smart. Saat memilih produk pangan sehat pun, mereka sangat selektif untuk memilahnya.
“Gen z sekarang gak mau repot, itulah kenapa larinya ke sistem marketplace yang bikin mereka gampang untuk membeli,” ujar Syaiful saat ditemui di sela acara The 39th INFOBRAND FORUM 2026 & Awarding Ceremony Brand Choice Award 2026 di Luwansa Hotel, Jakarta, baru-baru ini.
Baca juga: Cuka Apel Bikin Glowing, Ampuh atau Cuma Mitos? Cek Faktanya Disini
Dalam kesempatan ini, CEO INFOBRAND.ID Susilowati Ningsih sangat senang bisa memberikan pengakuan kepada banyak brand lokal yang berhasil memikat hati masyarakat. Mulai dari White Inc – Body Lotion, Motul – Oli Mobil, LG – AC, Nutrifarm – Cuka Apel dan Madu, Mom Uung – Pompa Asi, Cuddle Me – Gendongan Bayi, Motul – Oli Motor, Agree – Singlet, Momaz – Gendongan Bayi, Gendes – Feminine Care, ISKU – Gerinda, New Lushine Beauty – BodyPeeling, Best Honey – Cuka Apel, Glowies – Eyelash Serum, BS Honey – Madu, Cetaphil – Baby Shampo, Bizmo –Pembersih Kamar Mandi, Radaza Dmamam – Chicken Nugget, dan Parklon – Playmate.
Ia menanggapi bahwa sudah selayaknya brand lokal ini memanfaatkan transformasi digital dalam strategi pemasaran dan penjualannya. Menurutnya, pemanfaatan marketplace dapat membantu mereka menjangkau target market yang lebih luas.
“Ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem brand di Indonesia, mendorong lahirnya strategi pemasaran yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di era digital yang terus berkembang,” ucap Susilowati.
Khasiat Cuka Apel
Syaiful mengatakan, seiring dengan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat, cuka apel begitu populer untuk dikonsumsi. Menariknya cuma apel ini sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak zaman perang.
“Kalau dari cerita zaman-zaman Belanda, cuka apel bisa juga menghaluskan kulit. Cuka apel merupakan bagian buah-buahan yang difermentasi secara alami.”
“Gen z pun beli, karena dia mau cantik, kulitnya halus, pencernaannya jadi bagus. Cuka apel juga bikin bahagia,” bebernya.
Baca juga: Batuk Nggak Kunjung Sembuh? Coba 6 Cara Minum Cuka Apel Ini! Bisa Jadi Obat Alami
Proses Pengembangan Cuka Apel
Pada zaman Belanda dulu cuka apel menjadi minuman yang dikonsumsi oleh prajurit perang dan usianya jelas muda-muda. Dari situ, Syaiful sangat tertarik untuk mengembangkan cuka apel di era sekarang.
Syaiful memilih kawasan Batu, Malang, untuk memproduksi cuka apel. Ia pun menggunakan apel lokal Malang yang berkualitas dan diolah dengan cara benar sesuai Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) dan menggaet ahli farmasi, ahli nutrisi, dan sebagainya.
“Kita harus pertahankan mutu dan kualitas. Mulai dari awal kita membeli, sampai kita menjual. Dan bahan baku apelnya semua lokal, menggunakan apel rome beauty dari Malang,” tambahnya.
Ia pun menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih cuka apel. Menurutnya, produk yang berkualitas harus dibuat dari bahan baku yang baik dan melalui proses produksi yang benar, sehingga menghasilkan cuka apel murni tanpa campuran air maupun bahan tambahan lainnya.
“Apelnya harus apel yang bagus, jangan yang busuk pada saat dia mulai memproduksi. Teknik produksinya yang benar, teknik penyimpanan fermentasinya yang benar dan hasilnya murni,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan