Rabu, 17 JUNI 2026 • 16:20 WIB

Benarkah Terlalu Lama di Ruangan Ber-AC Bikin Pegal dan Nyeri Sendi? Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya

Author

Ilustrasi pegal dan nyeri sendi di ruangan ac. (Magnific)

INDOZONE.ID - Banyak orang mengeluhkan tubuh pegal, leher kaku, nyeri punggung, atau rasa tidak nyaman pada sendi, setelah berjam-jam berada di ruangan berpendingin udara (AC). Namun, dokter ortopedi menegaskan bahwa keluhan tersebut umumnya bukan disebabkan langsung oleh penggunaan AC.

Ketua dan ahli bedah ortopedi di Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, mengatakan pendingin ruangan tidak menyebabkan radang sendi maupun kerusakan tulang secara langsung.

Menurutnya, masalah justru lebih sering dipicu oleh kebiasaan duduk terlalu lama dan kurang bergerak saat berada di dalam ruangan.

"AC tidak secara langsung menyebabkan arthritis atau degenerasi tulang. Namun, kebiasaan kurang gerak di dalam ruangan yang sering menyertai penggunaan AC berlebihan dapat memperburuk kekakuan dan ketidaknyamanan otot," kata Mody.

Kenapa Tubuh Pegal Setelah Berlama-lama di Ruangan Ber-AC?

Menurut Mody, banyak orang menghabiskan waktu delapan hingga 10 jam di ruangan ber-AC dengan posisi duduk yang kurang baik. Kondisi ini dapat memicu kekakuan otot, ketegangan tubuh, hingga keluhan pada persendian.

Suhu dingin juga dapat membuat otot menegang sementara, mengurangi fleksibilitas tubuh, dan memperlambat sirkulasi darah. Efek tersebut biasanya lebih terasa pada orang yang sebelumnya telah memiliki masalah sendi atau nyeri kronis.

Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Nyeri di Ruangan Ber-AC?

Beberapa kelompok diketahui lebih rentan mengalami keluhan otot dan sendi saat berada di ruangan dengan pendingin udara.

Penderita Gangguan Sendi dan Nyeri Kronis

Keluhan lebih sering dirasakan oleh penderita osteoartritis, spondilosis servikal, frozen shoulder, nyeri punggung bawah, serta mereka yang memiliki riwayat cedera.

Baca juga: Sering Pegal Setelah Seharian di Ruang AC? Ternyata Ini Penyebabnya

Lansia

Lansia juga lebih sering mengeluhkan nyeri sendi ketika berada di ruangan ber-AC. Hal ini dipengaruhi oleh berkurangnya massa otot, sirkulasi darah yang tidak sebaik saat muda, serta adanya kondisi degeneratif pada persendian.

Apakah AC Bisa Menyebabkan Tulang Keropos?

Mody menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaan AC dapat menyebabkan osteoporosis atau melemahkan tulang secara langsung.

Menurut dia, risiko yang lebih perlu diperhatikan adalah pola hidup yang sering menyertai aktivitas di dalam ruangan, seperti kurang bergerak, minim paparan sinar matahari, dan kurang minum air.

"Kekurangan vitamin D masih banyak ditemukan pada masyarakat perkotaan yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan dan jarang terpapar sinar matahari," katanya.

Vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang karena membantu penyerapan kalsium. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelemahan otot, mudah lelah, nyeri tulang, hingga meningkatkan risiko patah tulang pada kondisi yang lebih berat.

Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Mody mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah gejala yang muncul berulang, seperti:

Leher dan Punggung Kaku

Rasa kaku yang terus muncul pada leher dan punggung dapat menjadi tanda adanya masalah postur tubuh atau ketegangan otot.

Nyeri Lutut dan Kram Otot

Baca juga: Gak Cuma Pegal, Duduk Terlalu Lama Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Nyeri lutut setelah duduk lama dan kram otot yang berulang juga perlu diperhatikan, karena dapat berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik maupun masalah kesehatan lainnya.

Bahu Tegang, Kesemutan, dan Mudah Lelah

Bahu yang terasa tegang, kesemutan pada tangan, tubuh pegal saat bangun pagi, hingga rasa lelah berkepanjangan, dapat menjadi tanda kekurangan vitamin D atau tahap awal gangguan persendian.

Cara Mencegah Pegal dan Nyeri saat Beraktivitas di Ruangan Ber-AC

Untuk mengurangi risiko keluhan otot dan sendi, Mody menyarankan beberapa langkah sederhana, antara lain menjaga suhu AC pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius, menghindari paparan udara dingin secara langsung ke tubuh, serta rutin berdiri dan berjalan setiap 30 hingga 45 menit.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menjaga kecukupan cairan, menggunakan kursi ergonomis, serta meluangkan waktu untuk berolahraga dan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.

Menurut Mody, langkah-langkah tersebut dapat membantu menjaga kesehatan otot dan persendian bagi mereka yang bekerja atau beraktivitas di ruangan ber-AC sepanjang hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU