INDOZONE.ID - Banyak orang menganggap benjolan sebagai tanda utama kanker payudara. Padahal, kondisi ini tidak selalu muncul pada setiap penderita. Pada sebagian kasus, kanker payudara justru berkembang tanpa benjolan yang dapat diraba sehingga kerap terlambat dikenali.
Beberapa jenis kanker payudara bahkan lebih sering menimbulkan perubahan pada kulit, puting, atau area di sekitar payudara dibandingkan benjolan.
Karena itu, memahami berbagai tanda lain yang mungkin muncul menjadi langkah penting agar penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin. Berikut enam tanda kanker payudara tanpa benjolan yang sering tidak disadari.
Baca juga: Tidak Disangka! Obat Asma Ini Berpotensi Hambat Kanker Payudara Triple Negatif
6 Gejala Kanker Payudara Tanpa Benjolan
1. Beberapa jenis kanker payudara memang tidak membentuk benjolan
Tidak semua kanker payudara memiliki gejala berupa benjolan. Ada beberapa jenis yang justru berkembang tanpa membentuk massa yang mudah diraba.
Salah satunya adalah karsinoma lobular, yaitu kanker yang berasal dari lobulus atau kelenjar penghasil ASI.
Berbeda dengan jenis kanker yang tumbuh di saluran susu, karsinoma lobular biasanya menyebabkan jaringan payudara terasa lebih tebal atau berbeda teksturnya tanpa adanya benjolan yang jelas.
Jenis lain adalah kanker payudara inflamasi, yang tergolong langka tetapi bersifat agresif. Kanker ini umumnya memicu kemerahan, pembengkakan, rasa hangat, hingga kulit payudara tampak seperti kulit jeruk akibat penyumbatan pembuluh limfa oleh sel kanker.
Selain itu, terdapat ductal carcinoma in situ (DCIS) atau karsinoma duktal in situ yang merupakan kanker stadium sangat awal. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun dan baru diketahui melalui pemeriksaan mamografi.
Baca juga: Pakai Bra Terlalu Ketat Bisa Picu Kanker Payudara? Ini Fakta Medis yang Bikin Kaget!
2. Kanker payudara bisa berkembang tanpa gejala dalam waktu lama
Pada tahap awal, kanker payudara sering berkembang secara diam-diam tanpa memunculkan tanda yang jelas. Tumor yang masih berukuran sangat kecil biasanya belum dapat diraba sehingga penderita tidak menyadari keberadaannya.
Teknologi skrining seperti mamografi, USG, dan MRI mampu mendeteksi kanker sebelum benjolan atau gejala lain muncul. Penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar 17 persen kasus kanker payudara didiagnosis tanpa adanya benjolan saat pertama kali pasien memeriksakan diri.
Hal ini menjadi alasan mengapa pemeriksaan rutin sangat penting, terutama bagi perempuan yang memiliki faktor risiko lebih tinggi.
3. Perubahan pada payudara bisa menjadi tanda awal kanker
Walaupun tidak muncul benjolan, kanker payudara tetap dapat menyebabkan perubahan yang terlihat maupun terasa pada payudara.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
- Puting masuk ke dalam secara tiba-tiba.
- Keluar cairan dari puting selain ASI.
- Nyeri atau rasa gatal pada payudara maupun puting.
- Kulit payudara tampak mengelupas, memerah, berbintik, atau menyerupai kulit jeruk.
- Luka pada payudara yang sulit sembuh.
- Perubahan bentuk maupun ukuran payudara.
- Payudara terasa hangat atau tampak meradang.
Apabila perubahan tersebut tidak kunjung membaik, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
4. Gejala juga dapat muncul di luar area payudara
Pada beberapa penderita, tanda pertama kanker payudara justru muncul di bagian tubuh lain karena sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan sekitarnya.
Gejala yang dapat terjadi antara lain:
- Benjolan di ketiak.
- Nyeri pada ketiak.
- Pembengkakan pada lengan.
- Benjolan di leher akibat pembesaran kelenjar getah bening.
- Nyeri tulang atau otot.
- Tubuh mudah lelah.
- Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
Keluhan-keluhan tersebut umumnya lebih sering ditemukan pada kanker yang sudah memasuki stadium lanjut sehingga memerlukan evaluasi medis sesegera mungkin.
5. Nyeri payudara belum tentu menandakan kanker
Rasa nyeri pada payudara memang dapat membuat seseorang khawatir, tetapi kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan kanker.
Nyeri payudara atau mastalgia lebih sering dipicu oleh perubahan hormon, menstruasi, kehamilan, menyusui, infeksi, cedera, maupun efek samping obat tertentu.
Meski demikian, apabila nyeri berlangsung terus-menerus atau disertai perubahan lain pada payudara, pemeriksaan ke dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
6. Skrining rutin tetap menjadi cara terbaik mendeteksi kanker lebih awal
Karena kanker payudara dapat berkembang tanpa benjolan maupun gejala yang jelas, pemeriksaan skrining memiliki peran penting dalam mendeteksinya sejak dini.
Mamografi mampu menemukan kanker beberapa tahun sebelum benjolan dapat dirasakan. Oleh sebab itu, perempuan dianjurkan menjalani skrining sesuai usia dan faktor risikonya.
Sementara bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga atau faktor genetik tertentu, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan dimulai lebih awal.
Deteksi dini tidak hanya meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan, tetapi juga membantu mencegah kanker berkembang ke stadium yang lebih lanjut.
Kanker payudara tidak selalu ditandai dengan munculnya benjolan. Perubahan pada kulit, puting, rasa nyeri, hingga munculnya benjolan di ketiak dapat menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan.
Jika mengalami perubahan yang mencurigakan pada payudara atau area sekitarnya, segera konsultasikan dengan dokter agar dapat memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthdigest.com