Minggu, 28 JUNI 2026 • 17:15 WIB

Jangan Sepelekan Dehidrasi! Kekurangan Cairan Bisa Bikin Otak Lemot dan Produktivitas Turun

Author

 Ilustrasi seseorang menenggak air agar tidak dehidrasi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Banyak orang mengira, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, hingga cepat lelah saat bekerja disebabkan oleh stres, kurang tidur, atau jam kerja yang panjang. 

Padahal, salah satu penyebab yang kerap luput dari perhatian adalah dehidrasi. 

Menurut dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan di Asian Institute of Gastroenterology, Hyderabad, dr. Mohsin Aslam, kekurangan cairan dalam tubuh dapat memengaruhi fungsi otak, bahkan ketika dehidrasi yang terjadi masih tergolong ringan. 

"Sebagian besar orang baru merasa haus ketika tubuh sebenarnya sudah mengalami kekurangan cairan," ujar Aslam, dikutip dari Hindustan Times

"Bahkan dehidrasi ringan sekalipun dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat waktu reaksi, memengaruhi suasana hati, dan membuat seseorang merasa lelah secara mental," sambungnya. 

Baca juga: Cara Mengatasi Diare pada Anak dengan Tepat, Cegah Dehidrasi

Kenapa Hidrasi Sangat Penting bagi Otak? 

Otak manusia terdiri dari hampir 75 persen air. Oleh karena itu, organ ini sangat bergantung pada kecukupan cairan agar dapat bekerja secara optimal. 

Air berperan penting dalam menjaga kelancaran aliran darah menuju otak, membantu komunikasi antarsel saraf, serta mendukung pengaturan suhu tubuh dan produksi energi. 

Ketika tubuh kehilangan cairan akibat cuaca panas, berkeringat, aktivitas fisik, atau terlalu lama berada di ruangan berpendingin udara (AC) tanpa mengganti cairan yang hilang, kemampuan kognitif seseorang dapat mulai menurun.

Ilustrasi dehidrasi (Pexels/Daria Shevtsova)

Aslam menegaskan, kondisi ini tidak hanya dialami atlet atau pekerja lapangan. 

"Profesional yang bekerja di kantor, pelajar, orang yang sering bepergian, bahkan mereka yang bekerja dari rumah juga berisiko mengalami dehidrasi ringan yang berdampak pada produktivitas sehari-hari," katanya. 

Tanda-tanda Dehidrasi Ringan yang Sering Diabaikan 

Dehidrasi tidak selalu ditandai dengan rasa haus yang berlebihan. Dalam banyak kasus, tubuh justru memberikan sinyal yang lebih halus. Sehingga, sering disalahartikan sebagai kelelahan akibat pekerjaan. 

Beberapa gejala yang patut diwaspadai meliputi: 

  • Sulit berkonsentrasi.
  • Pikiran terasa 'berkabut' (brain fog). 
  • Sakit kepala yang sering muncul.
  • Mudah marah atau emosional.
  • Energi rendah meski sudah cukup tidur.
  • Mulut terasa kering.
  • Kewaspadaan dan fokus menurun. 

Meski tampak sepele, kombinasi gejala tersebut dapat mengurangi produktivitas kerja, kemampuan mengambil keputusan, hingga kualitas hidup secara keseluruhan. 

Alasan Masyarakat di Negara Beriklim Panas Lebih Rentan 

Aslam menjelaskan, negara dengan iklim tropis dan suhu tinggi, membuat masyarakat lebih mudah mengalami kehilangan cairan.

Paparan cuaca panas, kelembapan udara, perjalanan menuju tempat kerja, aktivitas di luar ruangan, hingga kebiasaan duduk lama di dalam ruangan, menyebabkan tubuh terus kehilangan cairan sepanjang hari.

Risiko tersebut semakin meningkat, akibat kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi berkali-kali, lupa minum air putih saat sibuk bekerja, dan baru minum ketika rasa haus muncul. 

Hidrasi Bukan Sekadar Minum Air Putih 

Meskipun memenuhi kebutuhan air putih setiap hari sangat penting, menjaga hidrasi juga berarti mempertahankan keseimbangan cairan, dan elektrolit di dalam tubuh. 

Elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida, berfungsi membantu kerja saraf, kontraksi otot, serta mengatur perpindahan cairan ke dalam sel. 

Baca juga: 5 Sayuran Segar yang Paling Ampuh Jaga Hidrasi Tubuh

Pada kondisi seperti berkeringat berlebihan, sakit, berolahraga dalam waktu lama, atau terpapar suhu panas, tubuh memerlukan penggantian cairan sekaligus elektrolit. 

Oleh karena itu, Aslam mengingatkan masyarakat agar memilih minuman pengganti elektrolit secara bijak. Sebab, tidak semua produk memiliki kandungan yang sama. 

Cara Sederhana Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi 

Menjaga tubuh tetap terhidrasi tidak memerlukan cara yang rumit. Beberapa kebiasaan sederhana berikut, dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan setiap hari: 

  • Awali pagi dengan segelas air putih.
  • Selalu membawa botol minum saat bekerja atau bepergian.
  • Minum secara berkala tanpa menunggu rasa haus muncul.
  • Tingkatkan konsumsi cairan saat cuaca panas atau setelah berolahraga.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang mengandung banyak air, seperti semangka, melon, mentimun, dan jeruk.
  • Segera mengganti cairan tubuh yang hilang ketika mengalami diare, demam, muntah, atau berkeringat berlebihan. 

Jangan Anggap Remeh Kekurangan Cairan 

Dehidrasi ringan mungkin tampak tidak berbahaya, namun jika dibiarkan terus-menerus dapat memengaruhi kemampuan berpikir, daya ingat, suasana hati, hingga produktivitas kerja. 

Memastikan tubuh mendapatkan asupan cairan yang cukup setiap hari, merupakan langkah sederhana namun penting.

Hal ini untuk menjaga kesehatan otak, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung performa saat beraktivitas. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU