Selasa, 30 JUNI 2026 • 18:24 WIB

Operasi Bariatrik untuk Obesitas, Ini Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Author

Ilustrasi Operasi Bariatrik. (Freepik)

INDOZONE.ID - Operasi bariatrik menjadi salah satu metode yang cukup efektif untuk bantu menurunkan berat badan pada orang dengan obesitas.

Namun, operasi ini juga memiliki risiko dan efek samping yang perlu dipahami sebelum menjalaninya. Oleh karena itu, penting bagi pasien untuk mengetahui berbagai kemungkinan yang dapat terjadi setelah prosedur dilakukan.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 5 Dampak Negatif Radiasi Cell Tower yang Mengintai Kesehatan Tubuh

Efek Samping Operasi Bariatrik

Berikut beberapa efek samping operasi bariatrik yang perlu diketahui.

1. Asam Lambung Naik

Salah satu efek samping yang cukup sering terjadi setelah operasi bariatrik adalah naiknya asam lambung.

Kondisi ini umumnya terjadi pada prosedur seperti gastric bypass dan sleeve gastrectomy yang mengubah struktur saluran pencernaan.

Pada gastric bypass, makanan akan langsung menuju usus halus melalui jalur yang telah dimodifikasi. Sementara pada sleeve gastrectomy, ukuran lambung diperkecil sehingga kapasitasnya berkurang.

Baca juga: 7 Manfaat Ikan Gurame untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Diketahui

Perubahan ini bisa membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan memicu rasa tidak nyaman seperti heartburn atau sensasi terbakar di dada.

2. Malnutrisi

Kekurangan nutrisi atau malnutrisi termasuk salah satu efek samping yang perlu diwaspadai setelah operasi bariatrik.

Hal ini terjadi karena perubahan pada lambung dan usus dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap berbagai zat gizi penting.

Beberapa nutrisi yang paling sering mengalami gangguan penyerapan antara lain:

  • Zat besi
  • Kalsium
  • Folat
  • Vitamin A
  • Vitamin B1
  • Vitamin B12
  • Vitamin D

Karena itu, banyak pasien operasi bariatrik yang dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral secara rutin guna mencegah kekurangan nutrisi dalam jangka panjang.

Baca juga: Perih saat Kencing? Ini 5 Penyebab Anyang-anyangan yang Wajib Diwaspadai

3. Sindrom Dumping

Sindrom dumping terjadi ketika makanan bergerak terlalu cepat dari lambung ke usus halus. Akibatnya, sistem pencernaan tidak memiliki cukup waktu untuk memproses makanan secara optimal.

Kondisi ini dapat menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Mual
  • Kembung
  • Kram perut
  • Diare
  • Pusing setelah makan

4. Hernia

Perubahan struktur saluran pencernaan setelah operasi juga dapat meningkatkan risiko hernia. Kondisi ini terjadi ketika ada bagian organ yang menonjol melalui jaringan atau otot yang melemah.

Baca juga: 7 Manfaat Ikan Kuwe untuk Kesehatan Tubuh, Kaya Protein

5. Gula Darah Rendah

Setelah operasi bariatrik, makanan akan lebih cepat masuk ke usus sehingga penyerapan gula juga berlangsung lebih cepat.

Pada beberapa orang, kondisi ini bisa memicu hipoglikemia atau kadar gula darah rendah beberapa jam setelah makan.

Gejala yang bisa muncul antara lain:

  • Lemas
  • Gemetar
  • Pusing
  • Keringat dingin
  • Sulit berkonsentrasi

Baca juga: Janin Cegukan Lebih dari 4 Kali Sehari, Normalkah? Ini Penjelasannya

Selain itu, beberapa prosedur bariatrik juga dapat memengaruhi produksi insulin sehingga kadar gula darah menjadi lebih mudah turun.

6. Efek Samping Lainnya

Selain berbagai kondisi di atas, operasi bariatrik juga dapat meningkatkan risiko beberapa komplikasi lain, seperti:

  • Batu empedu
  • Penyumbatan usus
  • Pembekuan darah
  • Perdarahan internal
  • Gangguan paru-paru dan jantung
  • Kesulitan mengonsumsi jenis makanan tertentu

Setelah menjalani operasi, pasien juga perlu melakukan perubahan gaya hidup secara menyeluruh. Mulai dari makan dalam porsi kecil, membatasi makanan manis, hingga rutin berolahraga agar hasil operasi dapat bertahan dalam jangka panjang.

Baca juga: 5 Tips Memilih Alat Kontrasepsi yang Tepat agar Aman dan Sesuai Kebutuhan

Meski memiliki berbagai risiko dan efek samping, operasi bariatrik tetap bisa menjadi pilihan yang efektif untuk mengatasi obesitas jika dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan di bawah pengawasan dokter.

Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis agar mendapatkan metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hello Sehat

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU