Jumat, 03 JULI 2026 • 17:35 WIB

Pundak dan Leher Terasa Kaku atau Pegal? Sains Bilang Itu Bisa Jadi Tanda Kamu Lagi Stres

Author

Ilustrasi Leher Pegal. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Pernah nggak kamu merasa bahu tiba-tiba terasa berat, padahal seharian cuma duduk di depan laptop? Atau leher terasa kaku begitu bangun tidur, sampai kamu langsung menyalahkan bantal? 

Sebelum buru-buru ganti kasur atau bantal, ada kemungkinan lain yang jarang disadari: penyebabnya bukan soal fisik semata, melainkan tanda bahwa pikiranmu sedang dipenuhi terlalu banyak beban dan tanggung jawab.

Fenomena ini bukan sekadar anggapan populer. Tubuh manusia memang memiliki cara tersendiri untuk menyimpan stres, dan salah satu area yang paling sering "menampung" ketegangan tersebut adalah leher hingga bahu.

Mengapa Stres Cenderung Bersarang di Leher dan Bahu?

Coba perhatikan, ketika kamu sedang dikejar tenggat waktu atau memikirkan masalah yang menumpuk, tubuh biasanya bereaksi secara otomatis: bahu terangkat, rahang mengencang, leher terasa kaku.

Baca juga: Perut Sering Mulas Ketika Berada di Situasi Tegang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Reaksi ini bukan kebetulan, melainkan respons fisiologis yang sudah dibuktikan secara ilmiah.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Occupational Health Psychology terhadap 72 kasir supermarket, ditemukan bahwa mayoritas pekerja yang mengeluhkan nyeri leher dan bahu justru menunjukkan aktivitas otot yang lebih tinggi saat bekerja dan melaporkan ketegangan yang lebih besar setelah jam kerja selesai. 

Temuan ini menunjukkan bahwa stres psikologis nggak cuma mempengaruhi pikiran, tapi juga meninggalkan jejak nyata pada otot tubuh. 

Menurut temuan riset yang dimuat dalam European Journal of Applied Physiology, sebuah tinjauan sistematis terhadap berbagai studi laboratorium mengenai stres kerja juga menunjukkan hasil serupa: seluruh delapan studi laboratorium yang diteliti menunjukkan peningkatan aktivitas otot ketika seseorang mengalami stres yang sengaja dipicu. 

Baca juga: Sering Sakit Punggung Bawah? Bisa Jadi Amarah yang Selama Ini Kamu Pendam Penyebabnya!

Sementara itu, dalam jurnal penelitian yang membahas keluhan otot pada tenaga medis, tercatat bahwa gangguan otot terkait pekerjaan paling banyak dikeluhkan justru terjadi di area leher dan bahu, yakni area yang sama dengan yang paling sering terdampak ketika seseorang menanggung beban pikiran secara berlebihan.

Jadi kalau kamu merasa pundak makin berat saat kepala makin penuh, itu memang punya dasar ilmiah, bukan sekadar perasaan semata.

Terbiasa Menanggung Semua Hal Sendirian? Bahumu yang Kena Getahnya

Ada satu pola menarik dari fenomena ini. Orang-orang yang mudah mengalami ketegangan di leher dan bahu umumnya punya satu kesamaan, yaitu lebih terbiasa menangani segala sesuatu sendiri dibandingkan membagikan beban ke orang lain.

Beberapa kebiasaan berikut mungkin terasa familiar buat kamu:

Baca juga: 7 Manfaat Luar Biasa Ikan Toman untuk Kesehatan Tubuh

  • Sulit mengucapkan kata "tidak" meskipun pekerjaan sudah menumpuk
  • Merasa lebih tenang kalau segala sesuatu dikendalikan sendiri
  • Enggan bercerita soal masalah ke orang terdekat karena khawatir dianggap merepotkan
  • Cenderung mengambil alih tugas orang lain supaya cepat selesai, meskipun bukan tanggung jawabnya
  • Tubuh mudah lelah dan pegal, padahal aktivitas fisik tergolong biasa saja
  • Kalau beberapa kebiasaan di atas terasa relevan denganmu, kemungkinan besar ketegangan pada lehermu bukan semata persoalan otot, melainkan cerminan dari beban mental yang belum sempat dilepaskan.

Baca juga: 7 Manfaat Biji Nangka untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Bukan Berarti Tanggung Jawab Harus Ditinggalkan

Ini bukan berarti kamu harus mengabaikan tanggung jawab yang ada, kok. Yang perlu diperbaiki adalah caranya, bukan niat untuk bertanggung jawab itu sendiri. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba:

1. Mulai belajar mendelegasikan tugas

Nggak semua hal harus dikerjakan sendiri. Memberi kepercayaan kepada orang lain untuk membantu bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kesadaran akan batas kemampuan diri.

2. Beranikan diri untuk meminta bantuan

Meminta tolong bukan sesuatu yang memalukan. Orang yang berani mengatakan butuh bantuan umumnya justru lebih cepat terbebas dari tekanan dibandingkan yang memilih memendam semuanya sendirian.

Baca juga: 7 Penyakit yang Menyerang Sistem Gerak yang Perlu Diwaspadai

3. Pilah tanggung jawab yang benar-benar jadi bagianmu

Nggak semua persoalan wajib diselesaikan sendiri. Belajar memilah mana yang perlu ditangani dan mana yang bisa dilepaskan akan membuat beban terasa jauh lebih ringan.

4. Bagikan beban, jangan dipendam sendirian

Baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi, berbagi tanggung jawab bukan tanda kegagalan mengelola hidup, melainkan langkah yang sehat supaya kamu terhindar dari kelelahan berlebihan atau burnout.

Dengarkan Sinyal dari Tubuhmu Sendiri

Tubuh sering kali memberikan sinyal yang jujur, bahkan sebelum pikiran menyadarinya. Ketegangan pada leher dan rasa pegal di bahu tanpa sebab fisik yang jelas bisa jadi pertanda bahwa tubuhmu sedang meminta sebagian beban untuk dilepaskan. 

Baca juga: 7 Manfaat Ikan Belida untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan

Daripada menunggu sampai beban itu menumpuk dan berdampak lebih besar, lebih baik mulai belajar berbagi tanggung jawab sejak sekarang.

Jadi, ketika bahumu tiba-tiba terasa kaku tanpa alasan yang jelas, coba tanya ke diri sendiri: "Apa saja yang sedang aku tanggung saat ini?"

Jawaban dari pertanyaan itu mungkin bisa membantumu menyadari bahwa sudah saatnya meletakkan sebagian beban dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU