Ilustrasi leher sakit. (freepik)
INDOZONE.ID - Ketika leher mengalami cedera atau masalah kesehatan, gerakan bisa terbatas dan leher kaku dan nyeri dapat menjalar hingga bahu atau punggung.
Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga mengetahui penyebab sakit leher belakang sangat penting agar dapat ditangani dengan tepat. Berikut diantaranya
Baca juga: HPV Dikaitkan dengan Kanker Kepala dan Leher, Begini Pengaruhnya terhadap Tingkat Kesembuhan Pasien
Ilustrasi sakit leher belakang. (freepik)
Sakit leher adalah nyeri yang terjadi di sekitar tulang belakang bagian bawah kepala. Tingkat dan lokasi nyeri bisa berbeda pada setiap orang.
Nyeri bisa bersifat akut (beberapa hari hingga enam minggu) atau kronis (lebih dari tiga bulan). Gejala umum yang sering muncul meliputi:
- Otot leher tegang dan sulit digerakkan
- Nyeri di tengah atau satu sisi leher
- Kekakuan yang menjalar ke punggung atas, bahu, atau lengan
- Sensasi kesemutan atau mati rasa di lengan atau bahu
- Sakit kepala bersamaan dengan nyeri leher
- Sulit memutar kepala atau merasakan nyeri saat menunduk/memiringkan kepala
- Leher kaku saat bangun tidur
Mengenali gejala ini membantu dokter menentukan penyebab sakit leher dan memberikan penanganan yang tepat.
Ilustrasi wanita memegang leher. (Freepik)
Cedera leher yang tiba-tiba, seperti whiplash injury, bisa menjadi pemicu nyeri. Whiplash terjadi akibat gerakan kepala maju-mundur secara cepat, misalnya saat kendaraan berhenti mendadak atau kecelakaan dari belakang.
Gejala whiplash bisa berupa:
- Otot leher tegang
- Leher kaku dan nyeri
- Sakit kepala atau pusing
- Nyeri rahang dan bahu
- Kesulitan menggerakkan leher
Postur tubuh yang salah, tidur dengan posisi tidak ideal, atau stres fisik dan mental dapat menyebabkan ketegangan otot leher.
Kebiasaan duduk lama di depan komputer atau membungkuk saat bekerja memicu kekakuan otot. Nyeri biasanya memburuk saat bergerak, disertai kejang otot dan sakit kepala ringan hingga sedang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Emedihealth.com