Minggu, 19 JULI 2026 • 18:20 WIB

Mengenal Faktor Risiko dan Dampak Buruk Penggunaan Rokok Elektrik Bagi Kesehatan Tubuh

Author

Ilustrasi Rokok Elektrik (idpods.co.id)

INDOZONE.ID - Tren penggunaan pod atau rokok elektrik di kalangan masyarakat urban mengalami peningkatan yang cukup masif dalam beberapa tahun terakhir.

Perangkat bertenaga baterai ini bekerja dengan cara memanaskan cairan khusus yang mengandung nikotin, perasa, serta zat kimia lainnya hingga menghasilkan aerosol untuk dihirup oleh pengguna.

Banyak orang terpikat oleh desainnya yang modern dan variasi rasa yang ditawarkan tanpa menyadari adanya ancaman serius yang mengintai organ-organ vital di dalam tubuh.

Paparan senyawa berbahaya dari aktivitas ini terbukti secara klinis dapat memicu penurunan kualitas hidup, kecacatan fisik, hingga risiko kematian mendadak.

Baca juga: Masih Muda tapi Sering Haus dan Lemas? Bisa Jadi Tanda Diabetes

Oleh karena itu, mari kita bahas dampak buruk rokok elektrik

Dampak Buruk Rokok Elektrik

Ancaman Kerusakan Paru-paru

Zat kimia berbahaya di dalam cairan rokok elektrik dapat mengiritasi jaringan halus dan memicu penyempitan saluran udara yang berujung pada Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Selain peradangan paru interstisial, kamu juga berisiko tinggi terkena cedera paru parah atau E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury (EVALI) yang dapat menyebabkan gagal napas.

Pemicu Serangan Penyakit Jantung

Kandungan nikotin yang diserap oleh tubuh secara instan akan menaikkan tekanan darah serta memaksa denyut jantung bekerja lebih kencang dari batas normal.

Baca juga: Batuk Tak Kunjung Sembuh? Kenali Bedanya Batuk TBC dan Batuk Biasa

Kondisi ini memicu pengerasan arteri, peradangan kronis, dan risiko pembekuan darah berbahaya yang mempermudah kamu terserang stroke.

Peningkatan Risiko Kanker

Aerosol yang dihasilkan dari proses pemanasan mengandung bahan karsinogenik seperti formaldehida, asetaldehida, akrolein, dan nitrosamin.

Senyawa beracun tersebut dapat merusak struktur DNA dan merangsang pertumbuhan sel kanker pada paru-paru, mulut, kerongkongan, hingga kandung kemihmu.

Siklus Kecanduan Nikotin

Nikotin bekerja aktif merangsang pelepasan hormon dopamin di otak untuk menciptakan efek kesenangan sementara yang memicu ketergantungan fisik dan psikologis.

Baca juga: 40 Motto Hidup Singkat dalam Bahasa Inggris yang Penuh Motivasi

Saat kamu mencoba berhenti, tubuh akan langsung merespons dengan gejala putus obat seperti kecemasan tinggi, gelisah, dan sulit berkonsentrasi.

Bahaya Ketergantungan Perangkat

Kemudahan pemakaian dan desain yang modis sering kali menjebak kamu untuk menggunakan gawai ini dalam jangka waktu lama secara terus-menerus.

Akibatnya, paparan zat kimia ke dalam tubuh semakin tinggi dan berpotensi memicu masalah finansial serta sosial akibat abai terhadap tanggung jawab harian.

Risiko Fisik Ledakan Baterai

Perangkat ini ditenagai oleh baterai lithium-ion yang rentan meledak atau terbakar hebat apabila mengalami kerusakan fisik akibat terjatuh atau pengisian daya berlebih.

Kelalaian dalam pemakaian ini bisa menimbulkan konsekuensi fatal bagi kamu seperti luka bakar serius, cedera mata, hingga kerusakan area wajah.

Ancaman Keracunan Nikotin

Konsumsi cairan dalam dosis tinggi secara cepat dapat menyebabkan tubuh mengalami peningkatan toleransi zat adiktif yang sangat drastis.

Kamu harus waspada jika mulai merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah, sakit kepala parah, kebingungan, hingga risiko kejang dan koma.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal.universitaskebangsaan.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU