Senin, 20 JULI 2026 • 19:15 WIB

8 Minuman Terbaik untuk Membantu Menurunkan Berat Badan

Author

teh hijau (pexels @Anh Nguyen)

INDOZONE.ID - Minuman tertentu dapat membantu proses penurunan berat badan jika dikombinasikan dengan pola makan sehat dan perubahan gaya hidup.

Beberapa di antaranya terbukti mampu meningkatkan metabolisme, membuat kenyang lebih lama, hingga membantu mengurangi rasa lapar sehingga lebih mudah mengontrol asupan kalori.

1. Teh Hijau

Teh hijau menjadi salah satu minuman yang paling banyak diteliti dalam kaitannya dengan penurunan berat badan.

Minuman ini kaya akan antioksidan, terutama katekin, yang berperan dalam meningkatkan pembakaran lemak sekaligus mempercepat metabolisme tubuh.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau berkonsentrasi tinggi selama 12 minggu dapat membantu menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan tidak mengonsumsinya.

Jenis matcha bahkan mengandung katekin lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa, sehingga berpotensi memberikan efek yang lebih besar terhadap pembakaran lemak, terutama saat berolahraga.

Selain itu, kandungan kafein pada teh hijau juga membantu meningkatkan energi dan performa selama aktivitas fisik.

Baca juga: 7 Minuman Tinggi Kalsium yang Bisa Jadi Pengganti Susu untuk Menjaga Kesehatan Tulang

Di luar manfaatnya untuk berat badan, konsumsi teh hijau juga dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih rendah serta risiko penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker yang lebih kecil.

2. Kopi

Bagi banyak orang, kopi menjadi pilihan untuk meningkatkan energi dan konsentrasi. Kandungan kafeinnya juga memberikan manfaat tambahan bagi program penurunan berat badan.

Kafein dapat meningkatkan metabolisme, merangsang pembakaran lemak, sekaligus membantu mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi.

Penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi kopi berkafein, cenderung makan lebih sedikit dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit atau tanpa kafein.

Menariknya, orang yang berhasil mempertahankan berat badan setelah diet, juga diketahui lebih sering mengonsumsi minuman berkafein.

Meski begitu, manfaat ini lebih optimal jika kopi dikonsumsi tanpa tambahan gula atau krimer berkalori tinggi.

Ilustrasi kopi instan. (Eliani Kusnedi)

3. Teh Hitam

Sama seperti teh hijau, teh hitam mengandung senyawa yang dapat mendukung penurunan berat badan.

Perbedaannya, teh hitam mengalami proses oksidasi lebih lama sehingga memiliki warna lebih pekat dan cita rasa yang lebih kuat.

Teh hitam kaya akan polifenol, terutama flavonoid, yaitu antioksidan yang berperan dalam mengurangi asupan kalori, meningkatkan pemecahan lemak, serta mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa konsumsi tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan dapat membantu mengurangi berat badan sekaligus mengecilkan lingkar pinggang.

4. Air Putih

Air putih tetap menjadi minuman paling sederhana sekaligus efektif untuk mendukung diet.

Menambah konsumsi air setiap hari tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan secara umum, tetapi juga membantu mengontrol berat badan.

Baca juga: 7 Minuman Penurun Darah Tinggi Paling Efektif yang Terbukti Secara Alami

Minum sekitar 500 ml air sebelum makan terbukti membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga seseorang cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Sementara itu, air dingin dapat meningkatkan pengeluaran energi saat tubuh beristirahat karena tubuh membutuhkan energi tambahan untuk menyesuaikan suhu air dengan suhu tubuh.

5. Minuman dengan Cuka Apel

Cuka apel mengandung asam asetat yang diduga berperan dalam mendukung penurunan berat badan melalui beberapa mekanisme.

Senyawa ini dikaitkan dengan penurunan kadar insulin, peningkatan metabolisme, penekanan nafsu makan, serta pembakaran lemak.

Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa konsumsi sekitar dua sendok makan cuka setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan, lingkar pinggang, dan lemak perut.

Cuka apel juga memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Karena bersifat asam, minuman ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan selalu diikuti dengan berkumur menggunakan air untuk membantu melindungi lapisan gigi.

teh jahe dan lemon (pexels @Lusynda <3)

6. Teh Jahe

Jahe telah lama dimanfaatkan sebagai rempah sekaligus bahan herbal. Selain dikenal membantu mengatasi mual dan beberapa keluhan kesehatan lainnya, jahe juga berpotensi mendukung program penurunan berat badan.

Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa teh jahe dapat meningkatkan rasa kenyang, mengurangi rasa lapar, serta menambah efek termik makanan, yaitu energi yang digunakan tubuh untuk mencerna dan menyerap makanan.

Meski peningkatan pembakaran kalorinya tidak terlalu besar, efek tersebut dapat menjadi nilai tambah ketika dipadukan dengan pola makan yang sehat.

7. Minuman Tinggi Protein

Minuman tinggi protein menjadi pilihan yang baik untuk mengendalikan rasa lapar selama diet.

Protein bekerja dengan meningkatkan hormon yang memberikan rasa kenyang, seperti GLP-1, sekaligus menurunkan kadar ghrelin yang memicu rasa lapar.

Baca juga: 8 Minuman Cepat Mengatasi Hidung Mampet saat Pilek, Bikin Napas Lebih Lega!

Penelitian menunjukkan, konsumsi whey protein dalam jumlah tertentu selama beberapa minggu, dapat membantu mengurangi lemak tubuh lebih banyak dibandingkan kelompok yang mengonsumsi jumlah kalori sama tanpa whey protein.

Berbagai jenis protein, seperti whey, pea, maupun hemp protein, dapat ditambahkan ke dalam smoothie atau shake sebagai camilan maupun pengganti makan yang mengenyangkan.

8. Jus Sayuran

Berbeda dengan jus buah yang sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan, jus sayuran justru dapat menjadi pelengkap pola makan rendah kalori.

Dalam sebuah penelitian, peserta yang mengonsumsi jus sayuran rendah natrium mengalami penurunan berat badan lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak meminumnya.

Kelompok tersebut juga meningkatkan konsumsi sayuran dan mengurangi asupan karbohidrat, dua kebiasaan yang mendukung penurunan berat badan.

Meski demikian, sayuran utuh tetap menjadi pilihan terbaik karena kandungan seratnya lebih tinggi dibandingkan jus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU