INDOZONE.ID - Serumen atau kotoran telinga bisa berfungsi melindungi liang telinga dari debu, serangga, dan benda asing.
Jika kotoran telinga menumpuk hingga mengganggu pendengaran atau menimbulkan rasa tidak nyaman, berikut beberapa cara membersihkannya yang aman.
Baca juga: 522 Kasus HIV pada Anak dan Pelajar di Sidoarjo Jadi Sorotan, Disdikbud Susun Langkah Pencegahan
Cara Membersihkan Telinga dengan Tepat
1. Bersihkan Bagian Luar dengan Waslap Lembap
Gunakan waslap yang dibasahi air hangat untuk membersihkan telinga bagian luar. Hindari memasukkan kain ke dalam liang telinga agar tidak mendorong kotoran semakin dalam.
2. Gunakan Minyak Zaitun atau Baby Oil
Beberapa tetes minyak zaitun atau baby oil dapat membantu melunakkan kotoran telinga yang mengeras. Diamkan beberapa menit agar serumen lebih mudah keluar secara alami.
Baca juga: 7 Manfaat Kencur untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan
3. Pakai Cairan Pelunak Kotoran Telinga
Earwax softener yang mengandung minyak mineral, gliserin, hidrogen peroksida, atau saline dapat membantu melunakkan serumen.
Sebaiknya, gunakan sesuai petunjuk dan konsultasikan dengan dokter THT terlebih dahulu, terutama jika memiliki riwayat gangguan telinga.
Baca juga: 7 Manfaat Udang Rebon bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui
4. Lakukan Irigasi Telinga
Irigasi menggunakan cairan saline dan spuit dapat membantu mengeluarkan kotoran telinga. Namun, cara ini sebaiknya dilakukan dengan teknik yang benar agar tidak melukai telinga.
5. Hindari Cotton Bud
Cotton bud tidak dianjurkan untuk membersihkan bagian dalam telinga karena justru dapat mendorong kotoran semakin masuk dan berisiko merusak gendang telinga.
6. Jangan Gunakan Benda Kecil
Hindari membersihkan telinga menggunakan jepit rambut, tutup pulpen, atau benda kecil lainnya karena dapat menyebabkan luka hingga infeksi pada liang telinga.
Baca juga: Psikolog Ungkap Alasan Anak di Bawah 16 Tahun Belum Siap Punya Akun Media Sosial
7. Hindari Ear Candle
Metode ear candle tidak terbukti efektif mengeluarkan kotoran telinga dan justru berisiko menyebabkan luka bakar maupun cedera pada telinga.
8. Periksakan ke Dokter THT
Jika kotoran telinga sangat keras, menyumbat, atau sulit keluar, sebaiknya periksa ke dokter spesialis THT. Dokter akan membersihkan telinga menggunakan alat khusus seperti suction, forceps, atau sendok serumen dengan lebih aman.
Telinga memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan kotorannya sendiri. Karena itu, hindari kebiasaan mengorek telinga sembarangan.
Baca juga: Rambut Rontok dan Otot Menyusut? Ini Tanda Tubuh Kekurangan Protein
Bila muncul keluhan seperti nyeri, telinga tersumbat, atau penurunan pendengaran akibat penumpukan serumen, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klik Dokter