Kamis, 23 JULI 2026 • 18:50 WIB

GERD dan Anxiety Saling Berkaitan? Ini Cara Mengatasinya

Author

Ilustrasi GERD Anxiety. (Freepik)

INDOZONE.ID - GERD dan anxiety sering kali muncul bersamaan sehingga gejalanya lebih berat. Keduanya sama-sama dapat menyebabkan nyeri dada, sehingga tak jarang disalahartikan sebagai gangguan jantung.

Rasa cemas dapat memperburuk asam lambung, sementara GERD yang kambuh bisa memicu kecemasan berlebih. Karena saling berkaitan, penanganan GERD anxiety tidak cukup hanya mengatasi asam lambung, tetapi juga perlu mengelola kondisi mental agar gejalanya tidak mudah kambuh.

Baca juga: Dokter Urologi Ungkap Gejala Batu Ginjal yang Sering Diabaikan

Cara Mengatasi GERD Anxiety

1. Atur Pola Makan dan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup menjadi langkah utama untuk membantu mengendalikan GERD, di antaranya:

  • Jaga berat badan tetap ideal
  • Jangan langsung berbaring setelah makan, beri jeda sekitar 3 jam
  • Makan secara perlahan dan kunyah makanan hingga halus
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi
  • Hindari pakaian yang terlalu ketat di area perut
  • Berhenti merokok

Baca juga: 522 Kasus HIV pada Anak dan Pelajar di Sidoarjo Jadi Sorotan, Disdikbud Susun Langkah Pencegahan

2. Hindari Makanan Pemicu

Beberapa makanan dan minuman dapat memicu naiknya asam lambung, seperti:

  • Makanan berlemak
  • Makanan pedas
  • Tomat
  • Bawang bombay
  • Bawang putih
  • Daun mint
  • Kopi
  • Teh
  • Cokelat
  • Alkohol

Baca juga: 7 Manfaat Kencur untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan

3. Rutin Berolahraga

Olahraga ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau berenang, dapat membantu mengurangi stres, menjaga berat badan, dan melancarkan pencernaan.

Hindari berolahraga dalam waktu 2–3 jam setelah makan agar asam lambung tidak mudah naik.

4. Latihan Pernapasan

Teknik pernapasan diafragma dapat membantu menenangkan sistem saraf, mengurangi ketegangan tubuh, dan bantu meredakan kecemasan yang memicu kekambuhan GERD.

5. Jalani Terapi Kognitif

Terapi kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT) bantu mengubah pola pikir yang memicu kecemasan berlebihan.

Baca juga: Rambut Rontok dan Otot Menyusut? Ini Tanda Tubuh Kekurangan Protein

Terapi ini dilakukan bersama psikolog atau psikiater dan dapat membantu mengurangi gejala GERD yang dipicu stres.

6. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter

Jika diperlukan, dokter dapat meresepkan obat untuk menurunkan produksi asam lambung maupun obat untuk mengatasi kecemasan.

Gunakan obat sesuai petunjuk dan jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Mengelola GERD anxiety membutuhkan perubahan gaya hidup, pola makan yang lebih sehat, serta pengendalian stres secara konsisten.

Baca juga: 7 Manfaat Udang Rebon bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Jika keluhan sering kambuh, disertai nyeri dada berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ciputra Hospital

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU