Jumat, 17 NOVEMBER 2023 • 16:47 WIB

Budaya Kerja Pengaruhi Kesehatan Mental Karyawan, Benarkah?

Author

Ilustrasi karyawan yang stress.

INDOZONE.ID - Lingkungan kerja sangat mempengaruhi mental karyawannya. Karena itu, budaya bekerja yang baik harus dibentuk agar tidak mengganggu kesehatan mental.

Setiap perusahaan baiknya memprioritaskan para karyawan, menumbuhkan budaya kepercayaan, serta memberdayakan rekan kerja dengan baik. Sayangnya tidak semua kantor merapkan hal tersebut.

Alih-alih perusahaan dari luar negeri yang bermitra di Indonesia terkadang membawa gebrakan yang bagus. Menjaga kesehatan mental karyawan sampai ke hal kecil demi kesejahteraan karyawannya.

Baca Juga: 7 Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening Paling Umum, Waspadai Muncul Benjolan dan Berat Badan Turun Drastis

Diakui Chief Executive Officer Coats Group Rajiv Sharma, tempat kerja atau organisasi harus dapat memberikan dampak positif bagi anggota komunitasnya. Bahkan ada survei yang mempertimbangkan ruang lingkup dan dampak program tempat kerja perusahaan, seperti yang diusung Fortune and Great Place to Work.

“Kami sangat bangga sampai diakui sebagai salah satu perusahaan terbaik untuk bekerja di dunia. Pencapaian ini merupakan bukti budaya perusahaan, karyawan, dan pemimpin," ujarnya di Jakarta.

Lingkungan kerja sangat mempengaruhi mental karyawannya.

Rajiv menyebut, menjadi sebuah perusahaan yang sehat dilandasi 3 pilar. Pertama 'melakukan hal yang benar', yang diwujudkan dalam etika, integritas, keselamatan, dan keberlanjutan.

Pilar kedua adalah ‘fokus pelanggan’, yang memberi kami keunggulan dalam melayani pelanggan saat ini dan mengantisipasi kebutuhan mereka di masa depan. Pilar ketiga dari budaya kami adalah ‘lingkungan keluarga’. Pilar ini mendorong kolaborasi, berbagi, dan kepedulian.

Baca Juga: 6 Manfaat Tomat untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit, Apa Saja?

"Hal ini juga yang menjadi dasar untuk menjalin hubungan jangka panjang yang langgeng dengan para pemangku kepentingan," ucapnya.

Jika semua perusahaan menjalani metode ini, karyawan akan bekerja happy. Ditambah dengan tidak memandang jenis kelamin, usia, disabilitas, ras, agama atau kepercayaan.

"Sehingga menjadikan lingkungan kerja yang aman, beragam, dan inklusif di seluruh operasi globalnya," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU