Ilustrasi jerawat. (Timesofindia)
INDOZONE.ID - Kamu pernah dengar mitos “jangan makan kacang kalau nggak mau jerawatan”? Banyak banget orang yang percaya kalau kacang, entah itu kacang tanah, walnut, atau almond bisa jadi biang jerawat. Tapi, apakah anggapan itu benar-benar fakta ilmiah? Yuk, kita kupas bareng-bareng supaya kamu bisa makan kacang tanpa rasa takut atau setidaknya lebih paham tentang risikonya.
Mitos Kacang Penyebab Jerawat: Seberapa Benar?
Pertama-tama, nih, ada kabar bagus: tidak ada bukti ilmiah kuat yang secara langsung menyatakan bahwa kacang adalah penyebab jerawat. Menurut artikel dari Clearskin Study, meskipun beberapa orang merasa jerawatan setelah makan kacang, itu lebih mungkin karena sensitivitas individu, bukan karena kacang “secara umum” memang pemicu jerawat. Beberapa nutrisionis juga menjelaskan bahwa sebagian besar kacang punya indeks glikemik rendah, artinya mereka tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang ekstrem, jadi kecil kemungkinannya memicu jerawat lewat mekanisme insulin seperti makanan manis.
Baca juga: Benarkah Kacang Tanah Bisa Menyebabkan Jerawat? Ini Penjelasannya
Kenapa Orang Mengaitkan Kacang dengan Jerawat?
Ada beberapa teori mengapa kacang “dituduh” jadi penyebab jerawat:
- Kadar Omega-6 yang Tinggi
Beberapa jenis kacang, terutama walnut, memang punya kandungan omega-6 yang cukup tinggi. Kalau konsumsi omega-6 kebanyakan tanpa seimbang dengan omega-3, bisa memicu peradangan. Nah, peradangan ini sering dikaitkan dengan jerawat, karena pada dasarnya jerawat itu juga merupakan respons peradangan di kulit.
- Sensitivitas Individu
Ada orang yang sistem imunnya lebih sensitif terhadap kacang. Menurut Dosen Fakultas Kedokteran UM Surabaya, salah satu teorinya adalah karena pencernaan kacang butuh waktu lama, sel imun bisa aktif dan “menyulut” produksi minyak (sebum) di kulit. Minyak berlebih ini bisa bikin kulit lebih rentan jerawatan.
- Ketidakseimbangan Nutrisi di Kacang
Beberapa penelitian menyebutkan perbandingan omega-3 dan omega-6 di banyak kacang nggak selalu ideal, misalnya bisa sampai 1:17. Kondisi ini dapat mendorong inflamasi pada sebagian orang, dan inflamasi inilah yang kadang bikin kulit lebih rentan jerawatan.
- Reaksi Alergi atau Intoleransi
Untuk sebagian orang, kacang bisa memicu reaksi alergi atau sensitivitas. Kalau tubuh “nggak cocok” dengan jenis kacang tertentu, bisa timbul reaksi inflamasi yang bikin kulit jadi jerawatan atau terlihat seperti ruam/iritasi.
- Kacang Olahan atau Manis
Beberapa kacang olahan, misalnya kacang berlapis gula atau kacang asin berminyak, bisa bikin risiko iritasi kulit lebih tinggi. Ini karena tambahan gula, garam, atau minyak jenuh yang ada di dalamnya.
Apakah Semua Jenis Kacang Sama?
Ilustrasi kacang-kacangan. (freepik)
Nggak juga. Gak semua kacang punya efek “jerawat” yang sama.
Menurut ahli gizi, kacang seperti walnut dan kacang tanah punya kandungan omega-6 yang lebih tinggi, jadi kalau dikonsumsi berlebihan bisa lebih berpotensi memicu peradangan.
Sebaliknya, kacang seperti almond, macadamia, dan hazelnut relatif lebih aman karena rasio omega-6-nya lebih rendah, dan mereka juga punya vitamin E serta selenium, dua nutrisi yang bagus untuk kesehatan kulit.
Untuk beberapa orang, mencatat pola makan (food diary) bisa membantu menentukan apakah kacang tertentu benar-benar “pemicu jerawat” mereka sendiri.
Jadi, Apa Kesimpulan Faktanya?
- Makan kacang tidak secara otomatis bikin jerawatan untuk semua orang.
- Ada kemungkinan konsumsi kacang dengan omega-6 tinggi, kalau tidak diimbangi omega-3, bisa berkontribusi pada peradangan yang pada sebagian orang dapat memperparah jerawat.
- Reaksi jerawat setelah makan kacang bisa juga karena sensitivitas individu atau reaksi alergi, jadi tidak bisa digeneralisasi.
- Konsumsi kacang secara moderat dan memilih jenis kacang dengan profil asam lemak yang lebih seimbang bisa jadi solusi aman bagi yang khawatir.
Baca juga: 4 Khasiat Kacang Polong yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
Tips Biar Bisa Makan Kacang Tanpa Takut Jerawat:
- Catat pola makan kamu: coba kurangi kacang tertentu selama beberapa minggu dan lihat reaksi kulit.
- Pilih kacang yang “ramah kulit”, misalnya almond atau macadamia, daripada kacang dengan omega-6 tinggi terus-menerus.
- Kombinasikan dengan makanan kaya omega-3 (ikan, biji chia, dan lainnya) agar rasio lemak sehat lebih seimbang.
- Kalau kamu merasa sangat sensitif atau punya jerawat berat setelah makan kacang, konsultasikan ke dokter kulit atau ahli gizi untuk cek kemungkinan alergi atau intoleransi.
Kalau ditanya, “Benarkah makan kacang bisa bikin jerawatan?”, jawabannya: bisa saja, tetapi tidak selalu dan tidak pasti. Semua tergantung jenis kacangnya, seberapa banyak kamu makan, dan bagaimana tubuh kamu merespons.