INDOZONE.ID - Pernah merasa sulit berhenti menggulir layar ponsel meski berita yang muncul justru bikin cemas?
Jika iya, kamu mungkin sedang mengalami fenomena yang disebut doomscrolling.
Istilah ini merujuk pada kebiasaan membaca atau menonton informasi negatif secara terus-menerus di internet maupun media sosial.
Awalnya mungkin hanya ingin tahu perkembangan terbaru, tapi tanpa sadar kita bisa terjebak berjam-jam menelusuri berita yang justru membuat pikiran semakin tidak tenang.
Baca juga: Sulit Punya Hubungan yang Tenang dan Aman? Ini 6 Penyebabnya dan Cara Mengatasinya
Istilah doomscrolling mulai ramai dibicarakan sekitar tahun 2020, ketika pandemi COVID-19 memaksa banyak orang lebih sering beraktivitas di rumah.
Ponsel dan komputer pun menjadi sumber utama untuk mencari informasi sekaligus hiburan.
Namun yang muncul di layar tidak selalu kabar baik.
Saat itu masyarakat terus dibanjiri berita tentang pembatasan aktivitas, krisis ekonomi, konflik sosial, hingga meningkatnya angka kematian.
Ketidakpastian membuat banyak orang terus memantau berita agar merasa lebih siap menghadapi situasi.
Baca juga: Announcement Text: Pengertian, Struktur, Cara Membuat, dan Contohnya
Sayangnya, semakin sering mengonsumsi kabar buruk, kecemasan justru ikut meningkat.
Bahkan setelah pandemi berlalu, kebiasaan doomscrolling masih sering terjadi — terutama karena media sosial dipenuhi konten dramatis yang mudah menarik perhatian.
Secara psikologis, perilaku ini sebenarnya punya alasan. Banyak orang melakukan doomscrolling karena ingin memahami kondisi sekitar agar bisa lebih siap menghadapi kemungkinan buruk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayoclinic.org