Proses pembagian daging kurban saat Idul Adha (ANTARA FOTO M Agung Rajasa)
INDOZONE.ID - Perayaan Idul Adha selalu identik dengan satu hal: daging kurban melimpah. Mulai dari sapi, kambing, hingga domba, hampir setiap rumah kebagian stok daging dalam jumlah besar.
Masalahnya, tidak semua orang langsung mengolah daging tersebut di hari yang sama. Alhasil, banyak yang asal menyimpan yang penting masuk kulkas. Padahal, cara penyimpanan yang salah bisa membuat daging cepat berubah warna, berbau, bahkan berisiko untuk dikonsumsi.
Supaya daging kurban tetap segar, tahan lama, dan aman dimakan, ada beberapa cara penting yang wajib kamu tahu. Simak sampai habis, ya!
Baca juga: 5 Tips Makan Daging Kurban yang Aman untuk Penderita Kolesterol Tinggi
Refleks pertama kebanyakan orang adalah mencuci daging sebelum disimpan. Padahal, ini justru kesalahan fatal.
Air yang mengenai daging bisa terserap ke dalam serat, sehingga mempercepat proses pembusukan. Tidak cuma itu, daging juga bisa jadi lebih mudah berbau tidak sedap.
Solusi yang benar:
Menyimpan daging dalam ukuran besar memang terlihat praktis, tetapi justru bikin repot saat mau dimasak.
Sebaliknya, daging yang sudah dipotong kecil akan lebih cepat mencair saat dikeluarkan dari freezer, lebih mudah diolah tanpa perlu dipotong ulang, serta mengurangi risiko bolak-balik mencairkan daging (yang bisa merusak kualitas).
Tips: potong sesuai sekali masak, jadi tidak perlu menyimpan ulang sisa yang sudah dicairkan.
Banyak yang masih asal memasukkan daging ke dalam kulkas tanpa pelindung yang memadai. Padahal, udara dalam kulkas bisa memicu pertumbuhan bakteri di permukaan daging.
Cara yang benar:
Semakin minim kontak dengan udara, semakin lama daging bisa bertahan.
Kalau kamu ingin menyimpan daging dalam jangka panjang, freezer adalah pilihan terbaik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BAZNAS