Ilustrasi memanfaatkan orang lain. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Ada satu momen yang biasanya bikin seseorang mulai sadar kalau hubungannya ternyata nggak sehat: saat mereka selalu ada untuk orang lain, tapi nggak pernah benar-benar ditemani balik saat sedang jatuh.
Lucunya, orang yang paling sering kamu bantu kadang justru jadi orang yang paling cuek terhadap perasaanmu.
Mereka datang saat butuh teman cerita, butuh bantuan, atau sedang kesepian. Tapi ketika keadaan sudah membaik, keberadaanmu perlahan dianggap biasa saja.
Chat mulai sepi, perhatian hilang, dan hubungan terasa cuma aktif saat mereka punya kepentingan.
Baca juga: Penyebab Orang Jadi Nggak Sabaran dan Cara Melatihnya
Yang bikin sedih, banyak orang tetap bertahan dalam hubungan seperti ini karena takut kehilangan kedekatan yang sebenarnya cuma terasa sepihak. Padahal tanpa sadar, energi emosionalmu terus terkuras sedikit demi sedikit.
Salah satu tanda paling umum dari hubungan yang nggak sehat adalah ketika komunikasi terasa selalu berpusat pada satu orang.
Mereka bisa cerita panjang soal kehidupannya, masalah percintaannya, drama di kantor, sampai hal-hal receh yang terjadi setiap hari. Anehnya, saat giliran kamu bicara, respons mereka justru dingin atau bahkan nggak benar-benar mendengarkan.
Kadang mereka terlihat mendengar, tapi sebenarnya cuma menunggu giliran untuk kembali membahas diri sendiri. Kalau dipikir-pikir, kamu mungkin tahu hampir semua hal tentang mereka.
Baca juga: Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Segar dan Tahan Lama
Mulai dari makanan favorit, mantan pacar, kebiasaan buruk, sampai masalah hidup yang paling pribadi.
Tapi sebaliknya? Mereka bahkan mungkin nggak tahu hal sederhana tentang dirimu.
Pernah nggak merasa seseorang tiba-tiba intens menghubungi kamu hanya saat mereka ada masalah? Misalnya ketika butuh bantuan, butuh ditemani, lagi bosan, atau sedang sedih.
Tapi saat keadaan mereka sudah membaik, perlahan mereka menghilang lagi. Chat mulai lama dibalas. Mereka nggak lagi mencari kamu seperti sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com