Kamis, 19 JUNI 2025 • 19:08 WIB

Siswi MAN 1 Tegal Dikeluarkan Usai Menang Popda, Netizen Geram Gara-gara Dengar Alasannya

Author

Siswi MAN 1 Tegal Dikeluarkan Usai Menang Popda, Netizen Geram Usai Dengar Alasannya.

INDOZONE.ID - Netizen lagi-lagi dibuat panas usai beredar kabar yang viral di X soal seorang siswi MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 1 Tegal, Jawa Tengah.

Bukannya diapresiasi, siswi ini justru dikeluarkan dari sekolah usai mendapat juara umum cabang renang di ajang Popda (Pekan Olahraga Pelajar Daerah). Alasannya? Diduga hanya karena soal baju renang yang dipakai saat lomba berlangsung.

Kisah ini pertama kali diangkat oleh akun X bernama @_priut yang diduga adalah ayah dari siswi tersebut. Dalam unggahannya, ia curhat sekaligus menandai akun Kemenag (Kementerian Agama) pusat dan Kemenag Jateng (Jawa Tengah) untuk minta keadilan atas keputusan sekolah.

Baca juga: Tren Strava Kulkas Viral di TikTok, Begini Cara Buatnya

"Saya ingin berkeluh kesah. Putri saya siswi MAN 1 Tegal baru saja dikeluarkan dari sekolahnya hanya karena tidak mengikuti himbauan berbusana (baju renang) sesuai standar sekolah pada saat lomba renang berlangsung," tulis akun tersebut.

Diketahui, siswi tersebut ikut Popda mewakili sekolah pada September 2024 lalu. Sebelum lomba, guru pendamping yang juga wakil kepala sekolah sempat mengingatkan supaya pakai baju renang standar sekolah yang lebih tertutup dan berjilbab.

Tapi siswi tersebut memilih pakai baju renang umum karena pertimbangan teknis. Ia paham kalau baju panjang bisa menghambat performa, apalagi lawannya lebih banyak berasal dari klub renang profesional.

"Anak saya berinisiatif memakai baju renang umum (bukan standar sekolahnya), karena akan sulit baginya untuk mengimbangi kecepatan renang peserta lain jika memakai baju renang yg panjang dan berkerudung, karena akan memperlambat gerakan renang." lanjut akun tersebut.

Sayangnya, keputusan ini berujung jadi boomerang, pihak sekolah memberi poin pelanggaran serius dan memanggil orang tua buat komunikasi lebih lanjut.

Meski orang tua sudah minta maaf dan mencoba kasih penjelasan, keputusan akhir dari sekolah tetap sama, siswi tersebut dikeluarkan per Selasa, 17 Juni 2025.

Keputusan itu membuat kecewa banyak pihak, apalagi sang ayah merasa anaknya tidak mendapat perlakuan yang adil.

"Anak saya bukan kriminal, anak saya tidak melakukan hal buruk lainnya, justru anak saya membawa prestasi dan nama baik sekolah di bidang olahraga, khususnya cabang renang." ujarnya.

Baca juga: Susu Cair Sumber Protein Hewani Terbaik Buat si Kecil, Bantu Perkembangan Otot dan Otak

Nggak cuma itu, mental sang anak diduga juga ikut terkena imbasnya.

"Saya menginginkan keadilan bagi anak saya, karena hal ini sangat memengaruhi mental anak saya yg mempunyai cita-cita tinggi." pungkasnya.

Kabar ini langsung ramai dan menuai reaksi tajam dari netizen yang merasa keputusan sekolah terlalu keras, apalagi mengingat si siswi mengharumkan nama sekolah lewat prestasi. Sekarang, pihak siswi dan publik hanya bisa menunggu langkah yang diambil oleh Kemenag.

Penulis: Eliani Kusnedi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: X @_priut

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU