Jumat, 06 MARET 2026 • 15:35 WIB

Jangan Stop Olahraga Saat Puasa! Ini Cara Tetap Fit Selama Ramadan Tanpa Takut Lemas

Author

Ilustrasi olahraga saat puasa (freepik).

INDOZONE.ID - Ramadan sering kali identik dengan ritme hidup yang lebih tenang. 

Banyak orang sengaja mengurangi aktivitas agar bisa lebih fokus pada ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak dzikir.

Namun bagi mereka yang sedang menjalani gaya hidup sehat atau rutin berolahraga, muncul pertanyaan yang sama setiap tahun: apakah olahraga masih aman dilakukan saat berpuasa?

Kabar baiknya, jawabannya tetap bisa. Kuncinya adalah menyesuaikan jenis latihan, intensitas, serta waktu olahraga agar tidak mengganggu ibadah maupun kondisi tubuh selama menjalani puasa.

Baca juga: Alami Pendarahan hingga Jalani Empat Prosedur Operasi Sekaligus, Chelsea Olivia Sakit Apa?

Fokus pada Latihan Kekuatan

Selama berpuasa, tubuh mengalami perubahan hormon, termasuk peningkatan hormon pertumbuhan yang membantu proses perbaikan dan pembentukan otot. 

Kondisi ini membuat latihan kekuatan menjadi pilihan yang cukup ideal selama Ramadan. 

Beberapa latihan seperti squat, deadlift, atau bench press bisa melatih banyak kelompok otot sekaligus. 

Latihan ini cukup dilakukan tiga hingga empat kali dalam seminggu.

Karena membutuhkan energi cukup besar, waktu paling aman untuk melakukannya adalah setelah berbuka puasa. 

Baca juga: Irregular Verb dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Aturan, dan Contoh yang Perlu Dipahami

Sebelum memulai, pastikan tubuh melakukan pemanasan dengan peregangan dinamis agar otot siap bekerja. 

Setelah latihan selesai, lakukan pendinginan atau stretching dengan bantuan resistance band untuk membantu pemulihan otot dan mengurangi risiko cedera.

Ramadan Bisa Jadi Waktu “Maintenance” Tubuh

Ramadan juga bisa dijadikan periode maintenance, yaitu menurunkan intensitas latihan tanpa berhenti berolahraga. 

Tidak perlu memaksakan diri mengejar performa atau rekor baru. Cukup gunakan beban lebih ringan, repetisi lebih banyak, dan kurangi jumlah set, dengan durasi latihan sekitar 30–40 menit. 

Bahkan olahraga ringan 10 menit setiap hari tetap bermanfaat untuk menjaga kekuatan otot, daya tahan, dan kesehatan jantung.

Baca juga: 7 Tips Membawa Bayi Bepergian Jauh Naik Mobil Anti Rewel

Jangan Lupa Jaga Hidrasi Saat Sahur

Salah satu resiko olahraga saat berpuasa adalah dehidrasi, terutama jika dilakukan pagi hari atau saat cuaca panas. 

Jika ingin tetap berolahraga seperti berlari di pagi hari, pastikan tubuh sudah terhidrasi dengan baik saat sahur, misalnya dengan minum air yang cukup atau minuman elektrolit. 

Alternatifnya, setelah salat Subuh kamu bisa memilih jogging ringan agar tubuh tidak cepat kelelahan.

Jalan Kaki, Kardio Paling Aman Saat Puasa

Aktivitas sederhana seperti jalan kaki ternyata sangat bermanfaat selama Ramadan. Jalan cepat dapat membantu tubuh memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi. 

Baca juga: Belajar Bekerja, Belajar Berbagi: Ramadan PNM Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Roleplay Jadi Pemberdaya UMKM

Selain itu, aktivitas ini juga baik untuk kesehatan mental karena membantu pikiran menjadi lebih rileks dan segar.

Jika ingin melakukan kardio ringan saat puasa, beberapa pilihan yang aman antara lain:

  • berjalan kaki
  • bersepeda santai
  • latihan kardio dengan intensitas rendah

Yoga dan Pilates Cocok untuk Pagi Hari

Bagi yang ingin tetap aktif tanpa menguras energi, yoga atau pilates bisa menjadi pilihan. 

Baca juga: Lelah dan Gelisah? Ini Doa yang Bisa Menenangkan Hati dan Pikiran

Latihan ini cocok dilakukan setelah salat Subuh karena tubuh masih segar dan kebutuhan cairan masih terpenuhi. 

Selain menjaga tubuh tetap bergerak, yoga dan pilates juga membantu menenangkan pikiran. 

Jika dilakukan saat siang atau sore hari ketika berpuasa, lakukan gerakan secara perlahan dan terkontrol, serta hindari berdiri terlalu cepat agar tidak memicu pusing.

Latihan Berat Sebaiknya Setelah Berbuka

Untuk olahraga dengan intensitas tinggi seperti HIIT atau latihan interval, waktu terbaik adalah setelah berbuka puasa. 

Baca juga: Hukum Menikah dalam Islam: Pengertian, Dalil, dan Syarat yang Perlu Diketahui

Latihan jenis ini membutuhkan energi besar dan membuat tubuh berkeringat lebih banyak. Jika dilakukan saat puasa, risiko dehidrasi dan kelelahan akan jauh lebih tinggi.

Dengan berolahraga setelah berbuka, tubuh sudah mendapatkan energi dan cairan sehingga lebih siap menjalani latihan berat.

Jangan Lupakan Tujuan Utama Ramadan

Menjaga kebugaran memang penting, tetapi Ramadan adalah momen istimewa yang datang setahun sekali. 

Baca juga: Gorengan Jadi Favorit Saat Buka Puasa, Waspadai Risiko Minyak Berlebih

Bulan ini menjadi waktu untuk memperdalam ibadah, mempererat hubungan dengan keluarga, dan meningkatkan kualitas spiritual. 

Jika intensitas olahraga sedikit menurun selama Ramadan, hal itu bukan masalah.

Selama kamu konsisten menjalani gaya hidup sehat sepanjang tahun, tubuh tetap bisa fit dan bugar sambil menjalani ibadah dengan maksimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hyphenonline.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU