INDOZONE.ID - Tubuh kita setiap hari bekerja tanpa henti, mulai dari mencerna makanan, bernapas, hingga membantu kita beraktivitas.
Dari semua proses tersebut, tubuh menghasilkan zat sisa yang sudah tidak dibutuhkan lagi.
Zat sisa harus dikeluarkan agar tidak menumpuk di dalam tubuh. Jika dibiarkan, zat tersebut dapat mengganggu fungsi organ dan memicu berbagai masalah kesehatan.
Oleh karena itu, tubuh memiliki sistem khusus untuk membuangnya.
Sistem tersebut disebut sistem ekskresi. Melalui kerja sama beberapa organ, seperti ginjal, kulit, paru-paru, dan hati, tubuh dapat tetap bersih, sehat, dan berfungsi dengan baik.
Yuk, kenali lebih jauh organ-organ sistem ekskresi beserta fungsinya dalam artikel berikut!
Pengertian Sistem Ekskresi Manusia
Sistem ekskresi manusia adalah sistem organ yang berfungsi mengeluarkan zat-zat sisa hasil metabolisme, racun, dan kelebihan zat yang tidak dibutuhkan tubuh.
Zat sisa tersebut harus dikeluarkan agar tidak menumpuk dan mengganggu kesehatan.
Sistem ekskresi membantu menjaga keseimbangan cairan, garam mineral, suhu tubuh, serta kondisi internal tubuh agar tetap stabil. Organ yang berperan dalam sistem ekskresi manusia meliputi ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.
Organ yang berperan dalam sistem ekskresi meliputi ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Masing-masing memiliki fungsi berbeda, seperti menghasilkan urine, mengeluarkan keringat, membuang karbon dioksida, dan mengolah racun.
Baca juga: 7 Tanda Paru-Paru Basah yang Sering Diabaikan, Jangan Sampai Telat!
Organ-organ Sistem Ekskresi Manusia dan Fungsinya
Pada manusia, terdapat empat organ utama yang berperan dalam sistem ekskresi, yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.
1. Ginjal
Ginjal merupakan organ ekskresi utama pada manusia. Organ ini berbentuk seperti kacang merah dan terletak di bagian kanan serta kiri tulang belakang, tepat di bawah tulang rusuk.
Manusia memiliki dua ginjal yang bekerja tanpa henti untuk menyaring darah. Setiap hari, ginjal menyaring darah untuk memisahkan zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh dan zat sisa yang harus dikeluarkan.
Fungsi Ginjal dalam Sistem Ekskresi:
- Menyaring zat sisa metabolisme dari darah.
- Membentuk urine.
- Mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
- Mengontrol kadar garam dan mineral.
- Membantu mengatur tekanan darah.
Urine yang dihasilkan ginjal mengandung air, garam mineral, urea, dan berbagai zat sisa lainnya yang kemudian dikeluarkan melalui saluran kemih.
2. Kulit
Kulit adalah organ terbesar yang dimiliki manusia. Selain berfungsi melindungi tubuh dari kuman dan cedera, kulit juga berperan sebagai organ ekskresi melalui kelenjar keringat.
Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang terdiri atas air, garam mineral, dan sedikit urea. Produksi keringat biasanya meningkat ketika cuaca panas, berolahraga, atau saat tubuh mengalami peningkatan suhu.
Fungsi Kulit dalam Sistem Ekskresi:
- Mengeluarkan keringat.
- Membantu menjaga suhu tubuh tetap normal.
- Mengeluarkan kelebihan garam dan air.
- Membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh
3. Paru-paru
Paru-paru dikenal sebagai organ pernapasan. Namun, organ ini juga termasuk bagian dari sistem ekskresi karena berfungsi membuang hasil sisa respirasi.
Saat sel-sel tubuh menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi, terbentuk karbon dioksida sebagai zat sisa.
Karbon dioksida tersebut dibawa oleh darah menuju paru-paru untuk dikeluarkan ketika mengembuskan napas.
Fungsi Paru-paru dalam Sistem Ekskresi:
- Mengeluarkan karbon dioksida.
- Mengeluarkan uap air saat bernapas.
- Membantu menjaga keseimbangan kadar gas dalam darah.
Jika fungsi paru-paru terganggu, proses pengeluaran karbon dioksida juga akan terhambat dan dapat memengaruhi kesehatan tubuh.
4. Hati
Hati merupakan salah satu organ terbesar dalam tubuh manusia yang terletak di bagian kanan atas rongga perut. Organ ini memiliki berbagai fungsi penting, termasuk sebagai organ ekskresi.
Hati membantu mengolah zat-zat tertentu agar tidak berbahaya bagi tubuh serta menghasilkan empedu yang berperan dalam proses pencernaan lemak.
Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi:
- Mengubah amonia menjadi urea.
- Menghasilkan cairan empedu.
- Menetralkan racun yang masuk ke tubuh.
- Menguraikan sel darah merah yang sudah tua.
- Menyimpan cadangan energi dalam bentuk glikogen.
Baca juga: Mulai Sekarang Hindari! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Kanker Paru
Gangguan pada Sistem Ekskresi
Beberapa gangguan yang dapat terjadi pada sistem ekskresi antara lain:
- Batu ginjal.
- Gagal ginjal.
- Nefritis.
- Hepatitis.
- Sirosis hati.
- Jerawat akibat gangguan kelenjar kulit.
- Bronkitis atau gangguan paru-paru lainnya.
Cara Menjaga Kesehatan Organ Ekskresi
Agar organ-organ ekskresi tetap berfungsi dengan baik, ada beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan, yaitu:
- Minum air putih yang cukup setiap hari.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Rutin berolahraga.
- Tidak menahan buang air kecil terlalu lama.
- Menghindari rokok dan minuman beralkohol.
- Menjaga kebersihan kulit.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Baca juga: Sistem Peredaran Darah Manusia: Pengertian, Fungsi, Jenis, Organ, dan Gangguan yang Perlu Dipahami
Dengan menerapkan pola hidup sehat, kita dapat menjaga kesehatan organ ekskresi sehingga tubuh tetap berfungsi secara optimal dan terhindar dari berbagai penyakit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pijarbelajar.id