Sabtu, 06 JUNI 2026 • 09:45 WIB

Mobilitas Sosial Adalah: Pengertian, Bentuk, Faktor, dan Contohnya

Author

Mobilitas Sosial Adalah: Pengertian, Bentuk, Faktor, dan Contohnya (Freepik/ pch.vector)

INDOZONE.ID - Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang memiliki kesempatan untuk mengalami perubahan posisi atau status sosial. Perubahan ini bisa terjadi karena pendidikan, pekerjaan, kemampuan, maupun faktor lingkungan sekitar.

Fenomena perubahan kedudukan sosial tersebut dikenal sebagai mobilitas sosial. Konsep ini menggambarkan bahwa status seseorang dalam masyarakat tidak bersifat tetap, melainkan dapat berubah seiring waktu.

Dalam ilmu Sosiologi, mobilitas sosial menjadi salah satu kajian penting karena membantu memahami bagaimana individu atau kelompok berpindah dari satu lapisan sosial ke lapisan lainnya, baik secara naik, turun, maupun tetap.

Pengertian Mobilitas Sosial

Kata “mobilitas” berasal dari bahasa Latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak. Sementara itu, kata “sosial” berkaitan dengan kehidupan bersama dalam masyarakat.

Secara sederhana, mobilitas sosial adalah perpindahan posisi atau status seseorang maupun sekelompok orang dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lainnya dalam struktur masyarakat.

Secara sosiologis, mobilitas sosial berarti perubahan kedudukan warga masyarakat dari satu kelas sosial ke kelas sosial yang lain. Perubahan status ini mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti tingkat ekonomi, jabatan pekerjaan, latar belakang pendidikan, hingga kekuasaan politik.

Baca juga: Sering Scroll Sosial Media Malah Stres? Ini Dampak FOMO yang Banyak Dialami Gen Z

Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial terbagi menjadi beberapa bentuk utama, yaitu:

1. Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas vertikal adalah perpindahan status sosial yang tidak sederajat atau berbeda tingkatan. Bentuk ini terbagi menjadi dua:

  • Vertikal Naik (Social Climbing): Peningkatan kedudukan dari lapisan bawah ke lapisan yang lebih tinggi.
  • Vertikal Turun (Social Sinking): Penurunan kedudukan dari lapisan atas ke lapisan yang lebih rendah, sering kali karena masa pensiun, kegagalan, atau pelanggaran hukum.

2. Mobilitas Sosial Horizontal

Perpindahan status sosial yang terjadi pada lapisan atau tingkatan yang sama. Dalam mobilitas ini, status baru yang didapatkan seseorang setara dengan status lamanya, hanya berbeda tempat atau peran.

3. Mobilitas Intragenerasi

Mobilitas intragenerasi adalah perubahan status sosial yang terjadi pada satu orang dalam hidupnya. Misalnya seseorang yang awalnya hanya pegawai biasa, lalu naik jabatan menjadi supervisor atau manajer.

4. Mobilitas Antargenerasi

Mobilitas antargenerasi adalah perubahan status sosial dari orang tua ke anak. Contohnya orang tua bekerja sebagai petani, tetapi anaknya bisa menjadi dokter atau guru karena pendidikan yang lebih baik.

Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

1. Struktural

Ini soal kesempatan yang disediakan oleh sistem di negara kita. Kalau negaranya adil dan demokratis, semua orang dari kalangan mana pun punya peluang yang sama untuk sukses.

Contohnya, siapa saja bebas bersaing secara sehat untuk jadi pejabat pemerintah atau bos di perusahaan tanpa perlu melihat asal-usul atau latar belakang keluarganya.

2. Individu

Faktor ini murni datang dari dalam diri sendiri. Sukses atau tidaknya seseorang sangat tergantung pada kualitas personalnya, seperti keahlian, sikap kerja keras, dan ambisinya.

Dua orang dari sekolah yang sama bisa punya nasib berbeda. Siapa yang lebih rajin, ulet, dan pintar melihat peluang, dialah yang bakal lebih cepat naik kelas sosial.

3. Ekonomi

Kondisi ekonomi yang bagus dan maju bakal bikin hidup jadi lebih mudah. Masyarakat jadi gampang cari kerjaan yang layak atau mengumpulkan modal untuk buka usaha sendiri.

Saat ekonomi negara tumbuh subur, lapangan kerja baru akan terbuka lebar. Hal ini memberi kesempatan emas bagi masyarakat untuk menaikkan penghasilan mereka.

4. Politik

Situasi politik sebuah negara punya pengaruh besar bagi rakyatnya. Kalau kondisi politiknya aman dan damai, pemerintah bisa fokus membangun fasilitas publik dengan merata.

Negara yang stabil bikin roda ekonomi berputar lancar. Masyarakat pun bisa tenang bekerja dan mengembangkan bisnis mereka tanpa perlu merasa khawatir atau takut.

5. Kependudukan

Ini berkaitan dengan jumlah penduduk yang bertambah atau berkurang. Pertumbuhan penduduk yang cepat biasanya mendorong orang untuk pindah ke tempat atau daerah baru.

Melalui program seperti transmigrasi atau merantau ke kota lain, seseorang bisa mendapat kesempatan kerja yang lebih baik demi mengubah nasib keluarganya.

Baca juga: Kesenjangan Sosial: Tantangan Nyata di Tengah Arus Globalisasi Dunia

Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

1. Stereotipe Gender

Ini adalah pandangan kaku atau cap negatif kepada seseorang cuma berdasarkan jenis kelaminnya. Kebiasaan ini sering kali membatasi karier laki-laki maupun perempuan.

Contohnya anggapan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Pemikiran kuno seperti ini jelas menutup peluang mereka untuk maju dan jadi pemimpin.

2. Kemiskinan

Kemiskinan jadi tembok besar yang bikin nasib seseorang susah berubah. Kondisi serba kekurangan ini membuat ongkos sekolah tinggi atau modal usaha jadi sulit didapat.

Karena tidak punya pendidikan yang cukup, mereka terpaksa kerja serabutan dengan gaji kecil. Lingkaran setan ini bikin mereka terjebak dan susah naik kelas.

3. Diskriminasi

Diskriminasi artinya membedakan perlakuan ke sesama manusia. Biasanya pembatasan ini terjadi karena perbedaan suku, ras, agama, ataupun golongan tertentu di masyarakat.

Kalau sebuah tempat kerja cuma menerima kelompok tertentu saja, kelompok lain pasti akan dirugikan. Hal ini tentu menutup jalur mereka untuk berkembang dan maju.

Contoh Mobilitas Sosial

ilustrasi Mobilitas Sosial (Freepik/ upklyak )

1. Contoh Vertikal Naik (Social Climbing)

Seorang anak dari keluarga pemulung yang belajar dengan sangat tekun. Berkat kecerdasannya, ia berhasil mendapatkan beasiswa penuh untuk kuliah sampai lulus sarjana.

Setelah lulus, ia diterima bekerja di perusahaan besar dan sukses menjadi manajer. Di sini, status sosial dan ekonominya naik jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

2. Contoh Vertikal Turun (Social Sinking)

Seorang pengusaha sukses yang memiliki jaringan toko baju di berbagai kota. Karena salah mengelola keuangan, usahanya terlilit utang besar hingga akhirnya bangkrut.

Untuk melunasi utang, ia terpaksa menjual seluruh aset dan rumahnya. Kini, ia harus memulai hidup dari bawah lagi sebagai pedagang asongan kecil di pinggir jalan.

3. Contoh Intragenerasi

Dalam sebuah keluarga, sang kakak bekerja sebagai karyawan biasa di sebuah toko kelontong. Namun, adik kandungnya belajar sangat rajin hingga sukses menjadi seorang dokter.

Meskipun mereka berada dalam satu generasi atau satu kartu keluarga yang sama, nasib dan tingkatan kelas sosial di antara kakak-beradik ini bisa berbeda cukup jauh.

Baca juga: Menjaga Koneksi Sosial Ternyata Penting Demi Kesehatan Mental!

Dengan usaha dan kesempatan yang tepat, setiap orang memiliki peluang untuk mengalami mobilitas sosial dalam kehidupannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Deepublishstore.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU