1 dari 600 anak di Indonesia menderita kelainan celah bibir dan langit-langit mulut atau yang lebih dikenal dengan bibir sumbing.
Menurut dokter spesialis bedah mulut Andi S Budihardja, anak-anak yang menderita kelainan ini harus segera ditangani secara cepat dan tepat.
"Penderita bibir sumbing, terutama bayi akan mengalami kesulitan saat minum susu, dan hal itu akan mengakibatkan malnutrisi. Itu akan menjadi masalah serius untuk perkembangan tumbuh kembang mereka," ujarnya dalam bincang Smile Train di Jakarta, Kamis (30/1/2020).
Andi mengatakan, ada beberapa faktor yang bisa dikontrol untuk menghindari melahirkan anak dengan kelainan bibir sumbing, diantaranya.
- Asupan gizi yang baik saat masa kehamilan
- Asam folat yang cukup
- Tidak boleh stress
- Hindari rokok dan alkohol
- Hindari paparan dan radiasi kimia
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: