INDOZONE.ID - Studi yang dilakukan oleh peneliti Irlandia dan Amerika Serikat, menyebutkan bahwa gaya hidup yang sehat seperti mediteranian diet, dapat meningkatkan kualitas tidur.
Studi ini juga mengatakan bahwa mengkonsumsi protein hewani dapat memberikan dampak buruk untuk tidur seseorang.
Kelsey Costa, seorang ahli gizi dan pendiri Dietitian Insights, yang tidak terlibat dengan studi, mengatakan bahwa kurangnya hubungan antara total protein yang dikonsumsi dengan kualitas tidur, ditambah dengan lemahnya hubungan yang diamati terhadap asupan protein nabati, menghasilkan sebuah keadaan di mana banyak pemahaman yang berbeda tentang bagaimana berbagai jenis protein dapat memengaruhi tidur.
Dari 98.134 data yang diperoleh dari tiga sumber berbeda, 'The Nurses’ Health Study' (NHS) dan NHS2, keduanya khusus Wanita, dan 'The Health Professionals Follow-up Study' (HPFS), khusus pria, didapat 83.338 subjek wanita dan 14.796 subjek pria.
Penelitian dilakukan dengan menilai asupan makanan subjek menggunakan kuesioner frekuensi makanan yang mencakup lebih dari 130 jenis makanan berbeda.
Baca Juga: Benarkah Kandungan Protein Susu Soya Setara dengan Susu Sapi? Simak Jawaban Pakar
Peserta harus melaporkan konsumsi setiap makanan dari “tidak pernah atau kurang dari sekali per bulan” hingga “lebih dari enam kali per hari”, berdasarkan ukuran porsi makanan standar AS.
Kemudian hasil akhir didapat berupa laporan berbagai jenis protein yang dikonsumsi –jumlah, hewani, susu dan nabati – sebagai persentase dari total konsumsi energi.
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa protein nabati dapat meningkatkan kualitas tidur dan total protein yang dikonsumsi tidak memiliki dampak terhadap kualitas tidur dari ketiga kelompok subjek yang diteliti.
Tetapi, ketika peneliti melihat kategori protein yang berbeda, mereka menemukan sedikit perbedaan terkait kualitas tidur.
Studi juga menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih banyak protein nabati tidur lebih nyenyak, tapi hal ini tidak berdampak pada kelompok pria.
Berbeda halnya dengan kelompok yang mengonsumsi protein hewani, studi mendapatkan hasil bahwa konsumsi daging merah dan unggas olahan yang lebih tinggi dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih buruk, sedangkan daging merah yang tidak diolah berdampak buruk pada tidur hanya pada wanita.
Sedangkan konsumsi ikan tidak berdampak terhadap kualitas tidur.
Baca Juga: Penting! Ini Bahaya Kesehatan yang Mengintai Akibat Kekurangan Asupan Protein
Jadi, mengapa pola makan dapat mempengaruhi tidur?
Satu tinjauan penelitian menemukan bahwa diet tinggi karbohidrat, dan makanan yang mengandung triptofan, melatonin, dan fitonutrien, dikaitkan dengan peningkatan hasil tidur.
Triptofan adalah asam amino yang ditemukan di beberapa makanan, yang penting untuk produksi serotonin dan melatonin dalam tubuh.
Sumber yang baik antara lain susu/produk susu, unggas, ikan berminyak, sayuran berdaun hijau tua, telur, produk kedelai, serta kacang-kacangan dan biji-bijian.
Costa, seorang peneliti, menjelaskan mengapa triptofan dapat meningkatkan kualitas tidur.
"Triptofan, asam amino penting yang ditemukan dalam protein nabati dan hewani, adalah prekursor serotonin dan melatonin, neurotransmitter yang mendorong tidur. Tingkat triptofan yang lebih tinggi dalam protein nabati berpotensi meningkatkan kualitas tidur melalui efek positifnya pada rasio triptofan terhadap asam amino netral besar (LNAA)."
“Rasio ini sangat penting karena mempengaruhi kemampuan triptofan untuk melewati sawar darah-otak. Protein nabati sering kali memberikan rasio yang sedikit lebih unggul yang kondusif untuk kualitas tidur yang lebih baik.”
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today