INDOZONE.ID - Gagal jantung adalah kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif, menyebabkan organ dan jaringan tubuh tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.
Gagal jantung biasanya berkembang secara bertahap dan dapat dikenali melalui beberapa tahapan yang dikenal sebagai Klasifikasi NYHA (New York Heart Association).
Baca Juga: 8 Cara Membuat Pola Makan Sehat untuk Kesehatan Jantung
Berikut adalah tahapan-tahapan gagal jantung dan cara mengenalinya:
1. Tahap I: Gagal Jantung Tanpa Gejala (Asimtomatik)
Pada tahap ini, individu sudah memiliki kondisi jantung yang tidak normal (misalnya, kerusakan otot jantung) tetapi belum menunjukkan gejala-gejala gagal jantung bahkan ketika melakukan aktivitas fisik berat. Masalah ini dapat dideteksi melalui tes medis, seperti echocardiogram atau EKG
2. Tahap II: Gagal Jantung dengan Gejala Ringan
Pada tahap ini, pasien mulai menunjukkan gejala ringan saat beraktivitas ringan, seperti kelelahan, sesak napas, atau palpitasi (detak jantung terasa cepat atau tidak teratur) tetapi gejala-gejala ini menghilang ketika istirahat.
3. Tahap III: Gagal Jantung dengan Gejala Sedang
Pada tahap ini, pasien mengalami gejala-gejala yang lebih jelas, seperti sesak napas atau kelelahan yang muncul saat melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan singkat atau menaiki beberapa anak tangga.
Pasien juga dapat mengalami kesulitan bernapas saat berbaring sehingga memerlukan beberapa bantal untuk tidur.
Baca Juga: Manfaat Kalium untuk Kesehatan Jantung dan Cara Meningkatkannya
4. Tahap IV : Gagal Jantung Berat
Ini adalah tahap paling lanjut di mana gejala muncul bahkan saat istirahat dan sangat membatasi aktivitas fisik. Pasien akan mengalami sesak napas, kelelahan, dan gejala lainnya muncul saat istirahat atau dengan aktivitas fisik minimal.
Pasien juga dapat mengalami edema (pembengkakan) pada kaki atau pergelangan kaki karena penumpukan cairan.
Pencegahan gagal jantung ini dapat dilakukan dengan
1. Pemeriksaan Medis
Jika ada gejala yang mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan medis melalui EKG (echocardiogram), tes darah, dan rontgen dada untuk mendiagnosis gagal jantung.
2. Perubahan Gaya Hidup
Mengurangi asupan garam, menghindari alkohol, berhenti merokok, dan berolahraga secara teratur dapat membantu mengatasi gejala gagal jantung.
3. Pengobatan
Dokter dapat meresepkan obat-obatan seperti diuretik, beta-blocker, ACE inhibitors, atau angiotensin II receptor blockers (ARBs) untuk membantu jantung bekerja lebih baik.
4. Intervensi Bedah
Dalam beberapa kasus, intervensi bedah seperti pemasangan alat pacu jantung (pacemaker) atau transplantasi jantung mungkin diperlukan.
Gagal jantung memerlukan penanganan yang tepat dan cepat untuk mencegah kondisi memburuk. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali gejala-gejala awal dan segera mencari bantuan medis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic