Ilustrasi serangan jantung. (Photo/Ilustrasi/Pixabay)
INDOZONE.ID — Di tengah gaya hidup serba cepat dan tekanan hidup yang kian tinggi, stres kini bukan hanya menjadi beban emosional, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan jantung. Terlebih, bagi mereka yang berada di usia 30–40 tahun.
Bahkan, tanpa gejala khas seperti nyeri dada, banyak orang berisiko mengalami serangan jantung secara diam-diam.
Dalam wawancaranya bersama Hindustan Times, Konsultan Senior Bedah Kardiovaskular dan Aorta di Indraprastha Apollo Hospital, New Delhi, dr. Niranjan Hiremath, mengungkap, stres kronis dan pola hidup yang tidak sehat saat ini, menjadi pemicu utama gangguan jantung di usia produktif.
Stres yang berkepanjangan, membuat tubuh terus berada dalam kondisi siaga. Hormon seperti kortisol dan adrenalin, yang semestinya aktif hanya dalam keadaan darurat, tetap tinggi dalam waktu lama.
Akibatnya, detak jantung meningkat, tekanan darah naik, dan peradangan di pembuluh darah mulai terbentuk secara perlahan.
Gejala awal penyakit jantung tidak selalu jelas. Banyak orang tampak sehat, namun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan jantung. Bahkan, fenomena silent heart attack atau serangan jantung tanpa gejala khas semakin sering terjadi.
Keluhan ringan seperti rasa tidak nyaman di perut, kelelahan, atau gangguan pencernaan sering diabaikan.
Baca juga: Ganti Duduk Selama 30 Menit dengan Aktivitas Fisik, Bisa Cegah Serangan Jantung Kedua
Dulu, penyakit jantung dianggap sebagai penyakit orang lanjut usia. Namun kini, dengan pola tidur yang buruk, konsumsi makanan cepat saji, kurang olahraga, serta tekanan kerja yang tinggi, risiko penyakit jantung dapat menyerang lebih awal.
Sayangnya, banyak anak muda yang memilih jalan pintas untuk mengatasi tekanan, seperti konsumsi kafein berlebih, merokok, atau makan makanan tinggi gula dan lemak. Kebiasaan ini, justru memperburuk kondisi jantung secara perlahan.
Ilustrasi periksa jantung. (primamedicine)
Menurut dr. Hiremath, menjaga kesehatan jantung tidak harus melalui perubahan drastis. Langkah sederhana seperti konsumsi makanan seimbang, olahraga minimal 30 menit setiap hari, tidur teratur, dan mengurangi paparan layar, dapat memberikan manfaat besar.
Aktivitas seperti yoga, pernapasan dalam, hingga berjalan kaki saat jeda kerja, terbukti mampu menurunkan kadar stres.
Ia juga menegaskan, pentingnya deteksi dini. Banyak pasien menyesal, karena menunggu hingga muncul nyeri dada atau sesak napas untuk memeriksakan diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times