Ilustrasi Buah-buahan. (Photo/Ilustrasi/Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang yang beralih ke gaya hidup yang sehat. Pola makan seimbang jadi makin populer, apalagi di tahun 2025 ini. Salah satu yang paling sering dibahas? Ya, soal buah.
Banyak yang percaya kalau rutin makan buah bisa bantu nurunin tekanan darah. Tapi, pertanyaannya bisa nggak sih buah gantiin obat tensi?
Daripada nebak-nebak sendiri, mending kita bahas bareng di sini. Buah emang kaya nutrisi yang bagus banget buat pembuluh darah.
Ada kalium, magnesium, serat, sama antioksidan yang bisa bantu jaga tekanan darah tetap stabil. Bahkan, beberapa penelitian bilang kalau makan buah sekitar 500 sampai 600 gram sehari bisa nurunin risiko hipertensi secara signifikan.
Baca juga: Nonton Drakor Sambil Beres-beres Rumah Ternyata Bisa Atasi Bosan dan Tingkatkan Mood
Banyak juga jenis buah penurun tensi yang gampang ditemuin. Contohnya Pisang yang tinggi kalium, bantu ngurangin tekanan di dinding pembuluh darah
Jadi nggak heran kalau buah disebut-sebut punya efek positif buat tekanan darah tinggi.
Baca juga: 7 Cara Agar Pernikahan Tetap Harmonis Meski Diterpa Masalah, Apa Saja?
Nah, ini yang sering bikin orang salah paham. Meski buah punya banyak manfaat, tapi buah aja nggak cukup buat gantiin obat tekanan darah tinggi, apalagi buat yang tensinya udah tinggi banget atau kronis.
Obat tetap dibutuhin buat nurunin tekanan darah secara cepat dan stabil. Konsumsi buah lebih ke arah pencegahan dan pendukung.
Jadi walaupun rajin makan buah tapi kamu gak boleh berhenti minum obat gitu aja, harus tetap cek ke dokter ya!
Jawabannya gak bisa ya. Buah itu penting dan punya banyak manfaat, tapi bukan pengganti obat.
Fungsi buah lebih ke arah bantu jaga tekanan darah tetap stabil dan jadi bagian dari gaya hidup sehat.
Kalau kamu udah minum obat tensi, tetap lanjut dan jangan asal berhenti. Makan buah boleh banget, malah dianjurkan. Tapi harus sejalan sama pengobatan yang udah diresepkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Verywell Health