Ilustrasi anak muda sakit. (FREEPIK)
INDOZONE.ID - Dulu, beberapa penyakit identik dengan usia tua. Namun, seiring perubahan gaya hidup dan tantangan modern, kini banyak penyakit yang justru makin banyak diderita oleh anak muda.
Stres akibat tekanan akademik atau pekerjaan, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan paparan teknologi berlebihan, semuanya berkontribusi pada munculnya masalah kesehatan yang serius pada generasi muda.
Jangan anggap enteng! Mari kita kenali 7 penyakit yang kerap diderita anak muda saat ini, agar kita bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Baca juga: 8 Skincare Korea yang Bikin Glowing Alami, Cocok Buat Kamu yang Suka No Makeup Makeup
Ini adalah salah satu masalah kesehatan mental yang paling banyak menyerang anak muda saat ini. Tekanan akademik, tuntutan sosial media, ketidakpastian masa depan, hingga cyberbullying dapat memicu gangguan kecemasan dan depresi.
Gejalanya bisa berupa rasa khawatir berlebihan, sulit tidur, kehilangan minat pada hobi, perubahan nafsu makan, hingga pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
Anak muda seringkali punya jadwal padat: kuliah, kerja paruh waktu, organisasi, dan aktivitas sosial. Kombinasi ini, ditambah kurangnya istirahat, bisa memicu sindrom kelelahan kronis.
Gejalanya berupa kelelahan ekstrem yang tidak membaik meski sudah istirahat, nyeri otot, sakit kepala, dan sulit konsentrasi.
Baca juga: Cewek Ini Lantang Belain Kakek-kakek Dipalak Penumpang Lain di TransJakarta, Videonya Viral!
Ilustrasi diabetes (mendelics.com)
Dulu dikenal sebagai "penyakit orang tua", kini diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada usia muda, bahkan remaja.
Gaya hidup sedentari (kurang gerak), konsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh (makanan cepat saji, minuman manis), serta obesitas menjadi pemicu utamanya.
Serupa dengan diabetes, hipertensi juga tidak lagi eksklusif untuk lansia. Stres kronis, kurang tidur, pola makan tinggi garam, konsumsi kafein berlebihan, dan kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada anak muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan