7 Manfaat Jus Pisang dan Tomat untuk Kesehatan Tubuh (mojosavings.com)
INDOZONE.ID - Kombinasi pisang dan tomat mungkin terdengar tidak biasa untuk dijadikan jus. Tapi siapa sangka, perpaduan dua buah ini ternyata menyimpan banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuh.
Pisang dikenal kaya akan serat, kalium, dan vitamin B6, sedangkan tomat mengandung banyak vitamin C, likopen, dan antioksidan. Jika dipadukan, keduanya bisa jadi minuman sehat dan menutrisi tubuh.
Berikut ini 7 manfaat jus pisang dan tomat yang bisa kamu rasakan jika rutin dikonsumsi:
ilustrasi pisang dan tomat (mojosavings.com)
Pisang mengandung kalium yang bantu menjaga tekanan darah tetap normal. Ini penting untuk mencegah risiko penyakit jantung dan menjaga kerja jantung tetap stabil setiap hari.
Tomat punya likopen, zat antioksidan yang bisa bantu menurunkan kolesterol jahat. Likopen juga bantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan, sehingga jantung tetap sehat dan kuat.
Baca juga: 7 Manfaat Jus Blueberry untuk Kesehatan Tubuh, Terutama untuk Otak
Serat dalam pisang membantu proses pencernaan jadi lebih lancar. Buat kamu yang sering sembelit atau begah, jus ini bisa jadi solusi alami dan menyenangkan.
Tomat juga mengandung air dan serat yang cukup tinggi. Ini bantu gerakan usus tetap aktif dan bikin perut terasa lebih nyaman. Cocok dikonsumsi saat pagi hari.
Kalau kamu lagi diet, jus ini cocok banget jadi camilan sehat. Pisang bikin kenyang lebih lama dan bisa cegah keinginan ngemil berlebihan tanpa bikin kalori berlebihan.
Tomat rendah kalori tapi tetap kaya nutrisi. Gabungan keduanya bisa bantu kamu menurunkan berat badan dengan cara yang sehat tanpa harus tersiksa rasa lapar.
Baca juga: 7 Manfaat Minum Jus Wortel Campur Lemon Setiap Hari
ilustrasi pisang dan tomat (House Digest)
Vitamin C dari tomat bantu produksi kolagen, bikin kulit tampak lebih cerah dan kenyal. Selain itu, antioksidannya juga bantu lawan penuaan dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline