Ilustrasi makanan sehat. (Freepik)
INDOZONE.ID - Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kondisi neurobiologis yang memengaruhi kemampuan anak untuk fokus, mengendalikan impuls, dan mengelola aktivitas berlebihan.
Selain terapi dan pola asuh yang tepat, nutrisi juga memainkan peran penting. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan yang dihindari anak ADHD bisa membantu mengurangi gejala hiperaktif dan sulit fokus.
Mengelola diet anak ADHD memang bukan obat, tapi bisa menjadi strategi pendukung yang efektif. Dengan menghindari beberapa jenis makanan tertentu, orang tua bisa membantu anak merasa lebih tenang dan lebih mudah berkonsentrasi.
Baca juga: Waspada! Ini Bahaya Tersembunyi di Balik Kuku Palsu
Berikut adalah 7 jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh anak ADHD:
Gula adalah pemicu yang paling umum. Makanan dan minuman manis, seperti permen, soda, kue, dan minuman kemasan, bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat diikuti oleh penurunan drastis.
Perubahan ini dapat memicu hiperaktif, perubahan mood, dan kesulitan fokus pada anak.
Beberapa penelitian mengaitkan pewarna makanan buatan, terutama yang berwarna cerah (seperti Merah 40, Kuning 5, dan Kuning 6), dengan peningkatan gejala hiperaktivitas.
Pewarna ini sering ditemukan dalam permen, sereal, minuman ringan, dan makanan olahan anak.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Merantau dalam Bahasa Inggris, Bikin Feed Makin Relatable
Pengawet seperti Monosodium Glutamat (MSG) yang sering ditemukan dalam makanan olahan, camilan kemasan, dan makanan cepat saji, juga diduga dapat memengaruhi perilaku anak.
Beberapa laporan anekdotal dari orang tua menunjukkan bahwa MSG bisa memicu hiperaktif dan kesulitan konsentrasi pada anak ADHD.
Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman energi bisa memicu kegelisahan, gelisah, dan sulit tidur pada anak-anak secara umum, apalagi pada anak ADHD.
Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan membuat anak merasa lebih berenergi dan sulit dikendalikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health Direct