Ilustrasi rasa vape. (Freepik)
INDOZONE.ID - Dokter ahli anestesiologi dan pengobatan nyeri intervensional, Dr. Kunal Sood, membongkar mitos bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok. Berikut penjelasan lengkapnya.
Vape sering dipasarkan sebagai alternatif merokok yang tidak terlalu membahayakan paru-paru maupun jantung.
Namun, riset menunjukkan bahwa anggapan ini sangat menyesatkan.
Uap yang kamu hirup bukan hanya kabut beraroma yang tidak berbahaya. Tapi itu mengandung campuran nikotin, logam berat, dan bahan kimia beracun yang bisa merusak tubuhmu.
Vape membawa ancaman kesehatan serius tersendiri, termasuk kecanduan, tekanan darah tinggi, dan kerusakan pada jantung dan paru-paru.
Dalam sebuah video Instagram yang diunggah pada 25 Agustus, Dr. Sood menjelaskan bagaimana vape memengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan juga memberikan saran untuk berhenti dari kebiasaan buruk tersebut.
Baca juga: Polda Metro Tangkap Pemuda di Jakbar, Ekstasi hingga Ratusan Cartridge Vape Diduga Berisi Sabu Cair
Dr. Sood menjelaskan, uap yang kamu hirup bukan hanya air. Itu adalah campuran nikotin, logam berat, dan bahan kimia beracun.
“Nikotin adalah zat yang sangat adiktif dan merupakan komponen utama dalam tembakau yang membuat orang kecanduan merokok dan vape tidak bebas dari perangkap yang sama, mereka menyelipkan nikotin di balik klaim lebih aman,” kata sang dokter dikutip Hindustan Times.
Selain memicu kecanduan, nikotin juga berdampak buruk bagi kesehatan jantung. Karena dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, merusak otak yang sedang berkembang, serta menyebabkan komplikasi paru-paru jangka panjang.
Menurut Dr. Sood, bahkan vape tanpa nikotin dampaknya buruk. Sebab produk samping kimia yang terbentuk saat cairan dipanaskan dapat menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru.
Baca juga: Ada Pabrik Liquid Vape Mengandung Narkoba di Medan
Lebih lanjut, melalui sebuah laporan yang diterbitkan oleh Johns Hopkins Medicine, dengan kontribusi dari ahli jantung Dr. Michael Joseph Blaha, menjelaskan mekanisme kerja rokok elektrik aerosol yang dihirup terbentuk dari pemanasan nikotin, perasa, dan bahan kimia lainnya.
“Meskipun rokok tembakau tradisional mengandung sekitar 7.000 bahan kimia, banyak di antaranya bersifat toksik,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times