ilustrasi pria tertidur pulas (Freepik.com/yanalya)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu rebahan lama di kasur, niatnya cuma mau istirahat, tapi tiba-tiba muncul pikiran, “Jangan-jangan otakku jadi lemot gara-gara tidur kebanyakan?"
Pertanyaan kayak gini sering banget muncul di media sosial. Tapi, bener nggak sih kalau tidur terlalu lama bisa bikin otak jadi lambat mikir? Yuk, kita bahas faktanya!
Baca juga: Kenapa Tidur Jam 10 Malam Bisa Bikin Hidupmu Lebih Produktif? Ini Penjelasannya!
Sebelum bahas efeknya, kamu perlu tahu dulu definisinya. Kalau kamu tidur malam lebih dari 9 jam, itu sudah termasuk kategori long sleep duration alias tidur panjang. Sementara durasi ideal tidur orang dewasa ada di kisaran 7–8 jam per malam, tergantung usia dan kondisi tubuh.
Menariknya, bukan cuma tidur lama yang bisa berdampak ke otak. Tidur kurang dari 6 jam juga bisa bikin fungsi otak terganggu. Jadi, polanya mirip huruf “U” terbalik, kurang tidur atau kebanyakan tidur sama-sama punya risiko buat otakmu.
Beberapa penelitian menunjukkan, durasi tidur yang terlalu panjang bisa berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif, terutama pada orang tua.
Jadi, buat kelompok usia lanjut atau yang sudah punya masalah kognitif, tidur terlalu lama memang sering berkaitan dengan penurunan fungsi otak.
Meski banyak penelitian menemukan korelasi, bukan berarti tidur lama otomatis bikin otak rusak. Sebagian besar riset bersifat observasional, alias cuma menemukan hubungan, bukan sebab-akibat.
Bisa jadi, justru orang yang sudah mengalami gangguan saraf atau penurunan fungsi otak jadi sering tidur lebih lama. Artinya, oversleeping bukan penyebab, tapi gejala awal dari gangguan otak yang sudah terjadi.
Selain itu, tidur yang nggak konsisten misalnya jam tidurnya berubah-ubah tiap malam, juga bisa bikin fungsi otak terganggu.
Klaim bahwa “tidur terlalu lama bikin otak lemot” itu belum sepenuhnya benar. Belum ada bukti kuat yang menunjukkan tidur lama bisa langsung merusak otak. Tapi, banyak penelitian menunjukkan hubungan antara tidur panjang dengan penurunan kognisi pada lansia atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kalau kamu tidur lama tapi tetap segar dan fokus, kemungkinan besar masih aman. Yang perlu diperhatikan justru kualitas dan konsistensi tidur, bukan cuma durasinya.
Baca juga: Bahaya Tidur Terlalu Lama, Risiko Kesehatan yang Mengancam dan Solusinya
Biar tidur nggak jadi bumerang buat otakmu, coba ikuti beberapa langkah ini:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PubMed, Cambridge.org