Ilustrasi kanker hati HCC. (Freepik)
INDOZONE.ID - Tahukah kamu kalau kanker hati termasuk penyakit yang paling berbahaya tapi jarang disadari gejalanya?
Menurut para ahli, terutama Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik, mayoritas pasien kanker hati baru datang berobat ketika penyakitnya sudah parah.
Padahal, kalau bisa ditemukan lebih awal, peluang untuk sembuh dari kanker hati bisa mencapai lebih dari 90 persen.
Baca juga: Inovasi Terkini Lawan Kanker Hati HCC, dari Deteksi Dini sampai Terapi Imunoterapi Inovatif
Kanker hati, khususnya kanker hati tipe Hepatocellular Carcinoma (HCC), sering dijuluki sebagai "silent killer" karena berkembang tanpa menimbulkan gejala berarti di awal.
Pasien biasanya masih merasa sehat-sehat saja, sampai akhirnya muncul tanda-tanda saat kanker sudah membesar atau menyebar.
"Pasien sering bilang 'Saya nggak merasa sakit apa-apa kok, cuma cepat capek'. Begitu diperiksa, ternyata sudah stadium lanjut," jelas Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM saat ditemui Indozone di Jakarta Barat, Kamis (23/10/2025).
Kanker hati jarang menunjukkan gejala spesifik. Kalau pun muncul, biasanya sudah menandakan kondisi serius.
Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:
Sayangnya, gejala-gejala itu sering dianggap sepele, seperti masuk angin atau masalah pencernaan biasa.
Karena sulit dikenali lewat gejala, satu-satunya cara mencegah kanker hati adalah lewat deteksi dini.
Dr. Jeffry menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin, terutama bagi orang dengan faktor risiko tinggi, seperti:
"Kalau punya salah satu faktor risiko itu, sebaiknya lakukan USG perut setahun sekali. Kalau perlu, tambahkan pemeriksaan darah untuk melihat fungsi hati," sarannya.
Baca juga: 7 Cara Efektif Mencegah Kanker Hati Penyakit Mematikan yang Menyerang Anak Muda
Jika terdeteksi pada stadium awal, pengobatan kanker hati punya tingkat keberhasilan yang tinggi.
Pilihan terapinya beragam, mulai dari operasi, terapi lokal (ablasi dan radiasi), hingga imunoterapi yang kini jadi harapan baru bagi banyak pasien.
Namun, semua pengobatan itu baru bisa optimal jika kanker ditemukan sebelum menyebar.
Berita baiknya, sebagian penyebab kanker hati bisa dicegah.
Salah satu yang paling efektif adalah vaksin Hepatitis B, yang sudah diberikan sejak bayi. Selain itu, kamu juga bisa melindungi hati dengan cara:
"Kanker hati itu tidak terasa di awal. Banyak pasien datang saat sudah terlambat. Padahal kalau ditemukan lebih awal, peluang hidupnya bisa tinggi sekali," ujar Dr. Jeffry.
"Jadi jangan tunggu gejala. Lakukan skrining, terutama kalau kamu punya risiko hepatitis atau gangguan hati," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung