Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 16:15 WIB

Burnout Akibat Pekerjaan? Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasinya?

Burnout Akibat Pekerjaan? Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasinya?Ilustrasi burnout (photo/pexels/@punttim)

INDOZONE.ID - Pernahkah kalian mengalami burnout akibat tekanan dalam pekerjaan atau hal lainnya? Jika pernah, maka kalian wajib menyimak penjelasan dan cara mengatasinya.

Apa Itu Burnout?

Menurut Dr. Lanchasak Akkayagorn, seorang dokter spesialis psikiatri, sindrom burnout yang sering dikenal dengan istilah job burnout (jika diakibatkan oleh pekerjaan) adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami penipisan emosi kronis akibat stres dan tekanan terkait pekerjaan yang berada di luar kendalinya.

Akibatnya, seseorang mungkin merasa lelah, lemah, putus asa, memiliki sikap negatif terhadap pekerjaannya, atau tidak puas dengan pekerjaannya. Kondisi ini dapat mengganggu kapasitas seseorang untuk bekerja secara efisien dan menjaga hubungan dengan orang lain.

Jika hal ini berlangsung lama, kelelahan jangka panjang dapat menimbulkan konsekuensi mental dan fisik, seperti stres berat, sulit tidur, depresi, penyakit lainnya, serta perasaan terisolasi dan perilaku antisosial.

Sindrom burnout juga disebabkan oleh penumpukan stres dari waktu ke waktu yang tidak dapat terluapkan, sehingga menyebabkan seseorang menjadi lelah dan berdampak pada kesehatan mental serta fisiknya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui kelelahan sebagai suatu kondisi baru yang memengaruhi banyak orang saat ini, terutama dalam konteks pekerjaan yang serba cepat dan penuh tekanan. Akibatnya, banyak orang kehilangan dorongan untuk bekerja dan hidup dengan semangat.

Individu yang mengalami burnout sebaiknya mencari pengobatan atau terapi dari ahli untuk menentukan akar penyebab masalahnya dan menemukan solusi terbaik.

Baca juga: Rahasia Karyawan Sukses : Cara Efektif Mencegah Burnout dan Menjaga Kesehatan Mental di Kantor

Penyebab Burnout

Penyebab utama burnout adalah tekanan kerja berlebihan dan interaksi antarpersonal negatif yang menumpuk seiring waktu. Kondisi ini membuat seseorang tidak mampu menangani tugas dengan baik dan mengakibatkan stres emosional kronis.

Burnout juga dapat disebabkan oleh lingkungan kerja yang penuh tekanan, beban kerja berat, tanggung jawab besar, atau jam kerja yang terlalu panjang.

Sindrom burnout dikategorikan menjadi tiga rangkaian gejala utama, yaitu:

  1. Kelelahan emosional: Hilangnya energi dan rasa lelah setelah bekerja.
  2. Depersonalisasi: Rasa keterasingan dari orang lain, seperti hubungan yang renggang dengan kolega, supervisor, atau anggota tim. Penderita cenderung merasa acuh, “tidak bernyawa,” dan kehilangan ikatan dengan orang maupun organisasi di tempat kerja.
  3. Rendahnya rasa harga diri: Perasaan tidak mampu, tidak layak, tidak efisien, serta penurunan produktivitas di tempat kerja. Gejalanya meliputi sikap negatif terhadap pekerjaan, kesulitan memecahkan masalah, perasaan gagal, kurangnya motivasi, hingga kelelahan untuk terus bekerja.

Gejala dan Tanda Burnout

Burnout Akibat Pekerjaan? Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasinya?Burnout dengan pekerjaan (Freepik)

Ada tiga domain gejala dan tanda peringatan bagi penderita burnout, antara lain:

  1. Gejala emosional: Perasaan stres, lelah, lemah, tidak segar, kurang semangat, sedih, putus asa, mudah tersinggung, marah, merasa terabaikan, tidak puas dengan pekerjaan, dan kehilangan tujuan kerja.
  2. Sikap negatif: Pesimisme, paranoia, menyalahkan rekan kerja, kecemasan berlebih, menghindari masalah, dan merasa tidak kompeten serta tidak mampu mengatasi tantangan pekerjaan.
  3. Perilaku: Menyendiri, menarik diri dari hubungan sosial, paranoid terhadap orang lain, perubahan suasana hati, bertindak impulsif, kehilangan konsentrasi, datang terlambat, dan merasa lelah secara mental maupun emosional.

Komplikasi Burnout

  • Pola tidur tidak teratur, insomnia, dan sulit tidur
  • Perubahan berat badan signifikan
  • Nyeri otot
  • Penurunan daya tahan tubuh
  • Stres berlebihan
  • Risiko kecanduan alkohol atau narkoba
  • Depresi
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes tipe 2
  • Risiko penyakit lainnya

Baca juga: Sering Lelah dan Gak Semangat Kerja? Ini 5 Cara Mengatasi Stress dan Burnout yang Wajib Kamu Tahu!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medparkhospital.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Burnout Akibat Pekerjaan? Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasinya?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!