Ilustrasi burnout (photo/pexels/@punttim)
INDOZONE.ID - Pernahkah kalian mengalami burnout akibat tekanan dalam pekerjaan atau hal lainnya? Jika pernah, maka kalian wajib menyimak penjelasan dan cara mengatasinya.
Menurut Dr. Lanchasak Akkayagorn, seorang dokter spesialis psikiatri, sindrom burnout yang sering dikenal dengan istilah job burnout (jika diakibatkan oleh pekerjaan) adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami penipisan emosi kronis akibat stres dan tekanan terkait pekerjaan yang berada di luar kendalinya.
Akibatnya, seseorang mungkin merasa lelah, lemah, putus asa, memiliki sikap negatif terhadap pekerjaannya, atau tidak puas dengan pekerjaannya. Kondisi ini dapat mengganggu kapasitas seseorang untuk bekerja secara efisien dan menjaga hubungan dengan orang lain.
Jika hal ini berlangsung lama, kelelahan jangka panjang dapat menimbulkan konsekuensi mental dan fisik, seperti stres berat, sulit tidur, depresi, penyakit lainnya, serta perasaan terisolasi dan perilaku antisosial.
Sindrom burnout juga disebabkan oleh penumpukan stres dari waktu ke waktu yang tidak dapat terluapkan, sehingga menyebabkan seseorang menjadi lelah dan berdampak pada kesehatan mental serta fisiknya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui kelelahan sebagai suatu kondisi baru yang memengaruhi banyak orang saat ini, terutama dalam konteks pekerjaan yang serba cepat dan penuh tekanan. Akibatnya, banyak orang kehilangan dorongan untuk bekerja dan hidup dengan semangat.
Individu yang mengalami burnout sebaiknya mencari pengobatan atau terapi dari ahli untuk menentukan akar penyebab masalahnya dan menemukan solusi terbaik.
Baca juga: Rahasia Karyawan Sukses : Cara Efektif Mencegah Burnout dan Menjaga Kesehatan Mental di Kantor
Penyebab utama burnout adalah tekanan kerja berlebihan dan interaksi antarpersonal negatif yang menumpuk seiring waktu. Kondisi ini membuat seseorang tidak mampu menangani tugas dengan baik dan mengakibatkan stres emosional kronis.
Burnout juga dapat disebabkan oleh lingkungan kerja yang penuh tekanan, beban kerja berat, tanggung jawab besar, atau jam kerja yang terlalu panjang.
Sindrom burnout dikategorikan menjadi tiga rangkaian gejala utama, yaitu:
Burnout dengan pekerjaan (Freepik)
Ada tiga domain gejala dan tanda peringatan bagi penderita burnout, antara lain:
Baca juga: Sering Lelah dan Gak Semangat Kerja? Ini 5 Cara Mengatasi Stress dan Burnout yang Wajib Kamu Tahu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medparkhospital.com