Ilustrasi herpes (foto: siloam hospitals)
INDOZONE.ID - Virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2) dikenal sebagai penyebab utama herpes genital. Infeksi ini menimbulkan luka melepuh pada kulit, dan dapat menular melalui kontak kulit langsung, bahkan ketika tidak ada luka yang tampak.
Meski jarang terjadi, dikutip dari Medical News Today, HSV-2 ternyata juga bisa menular melalui seks oral. Terlebih, pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Kasus seperti ini tergolong langka, namun tetap penting untuk dipahami agar risiko penularan bisa diminimalkan.
Secara umum, HSV-2 menular melalui hubungan seksual vaginal atau anal. Namun, penelitian menunjukkan, virus ini juga dapat menular lewat kontak mulut ke area genital (oral-genital contact), meski dengan kemungkinan yang jauh lebih rendah dibandingkan HSV-1.
Baca juga: Jangan Anggap Remeh! Ini 6 Fakta Penting Herpes Genital yang Jarang Diketahui
HSV-1 lebih sering menyebabkan herpes di sekitar mulut (sariawan atau luka dingin), tapi juga dapat menimbulkan herpes genital. Luka yang disebabkan oleh HSV-1 dan HSV-2 tampak serupa, sehingga sulit dibedakan tanpa pemeriksaan laboratorium.
Orang dengan kondisi imun lemah, seperti penderita HIV, pasien kemoterapi, penerima transplantasi organ, atau penderita penyakit autoimun (misalnya lupus), memiliki risiko lebih tinggi tertular HSV-2 melalui seks oral.
HSV-2 menular melalui kontak kulit ke kulit yang melibatkan gesekan. Terutama, jika bagian tubuh yang terinfeksi bersentuhan dengan selaput lendir (mukosa) orang lain.
Selaput lendir ini terdapat di bagian tubuh yang lembap, seperti mulut, vagina, dan anus.
Jika area genital seseorang yang terinfeksi HSV-2 bersentuhan langsung dengan mulut orang lain, virus dapat masuk melalui jaringan mukosa dan menyebabkan herpes oral.
Sebaliknya, virus juga bisa berpindah dari mulut orang yang membawa HSV-2, ke area genital pasangan selama seks oral. Namun, virus tidak bisa menular melalui air mani, dudukan toilet, atau air panas (hot tub).
Penularan juga bisa terjadi meskipun tidak ada luka yang terlihat. Kondisi ini disebut asymptomatic shedding, yaitu ketika virus tetap aktif meski tanpa gejala.
Ada dua jenis utama herpes simpleks:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today