Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 13:12 WIB

Shock! 60% Warga Jakarta Berisiko Osteoporosis Termasuk Gen Z

Shock! 60% Warga Jakarta Berisiko Osteoporosis Termasuk Gen Z10.000 langkah cegah osteoporosis. (Indozone/Dewi)

INDOZONE.ID - Di tengah tren fun run, morning walk, dan gaya hidup aktif yang makin digemari Gen Z, ada manfaat baik yang bisa dirasakan. Kamu akan mudah mencegah tulang rapuh alias osteoporosis sejak usia muda.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, dua dari lima perempuan Indonesia punya risiko osteoporosis

“Kita membangun kesadaran masyarakat adanya risiko osteoporosis, kalau dulu tua tulangnya rapuh udah biasa dan sekarang gak hanya lansia yang punya faktor risiko kerapuhan tulang, bahkan pada usia muda sudah ada yang mengalami kekurangan dan kerapuhan tulang,” ungkapnya dalam acara Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah Jakarta 2025.

Nadia meminta masyarakat arus cegah dan deteksi lebih dini dan berharap dengan adanya kegiatan seperti ini bisa membangun kesadaran masyarakat 

Baca juga: 10.000 Langkah Sehari Bisa Cegah Osteoporosis


“Terlihat dari hasil pemeriksaan masyarakat 95 persen mengalami kekurangan aktivitas fisik, secara diagnostik ,” tambahnya. 

Kenapa Gen Z Rentan Osteoporosis?

Shock! 60% Warga Jakarta Berisiko Osteoporosis Termasuk Gen ZDirektur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi

Kata Nadia, ada beberapa alasan kenapa risiko ini naik di usia muda. Termasuk diet ekstrem yang bikin nutrisi penting seperti kalsium dan vitamin D nggak terpenuhi. 

Lalu mereka juga konsumsi kopi berlebih, yang sebenarnya bisa memengaruhi kesehatan tulang.Kurang gerak, meski sudah tahu harus aktif. Serta konsumsi obat untuk diet yang bisa memengaruhi kepadatan tulang.

Lari dan Jalan Kaki: Olahraga Murah tapi Manfaatnya Jangka Panjang

Melihat hal ini, Kemenkes sangat mendukung kegiatan seru fun walk dan fun run buat nge-boost kesadaran publik seperti yang digagas Anlene. Menurut Nadia, kegiatan jalan dan lari bersama bisa jadi langkah awal mengubah gaya hidup.

“Melihat dari pemeriksaan kesehatan gratis 95 persen masyarakat Indonesia kurang aktvitas fisik, kenapa penting buat gen z dan juga kaki mendorong walking fun walk atau fun run itu kita mendukung aktivitas fisik,” bebernya. 

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI): Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG), tulang punya punya dua sel penting osteoblast (pembentuk tulang) dan osteoclast(penghancur tulang). Jika aktivitas fisik cukup, proses ini jadi seimbang dan tulang tumbuh lebih kuat.

“Dengan berjalan atau berlari, ada gaya tarik antara tulang dan otot. Ini membuat otot menguat dan tulang ikut menguat,” jelas dr. Tirza, dalam kesempatan sama. 

Bahkan 10 ribu langkah per hari terbukti meningkatkan bone mineral density (BMD).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Shock! 60% Warga Jakarta Berisiko Osteoporosis Termasuk Gen Z

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!