Ilustrasi tangan kesemutan (synergyphysio.com.sg)
INDOZONE.ID - Rasa kesemutan pada tangan pasti pernah dialami hampir semua orang. Biasanya hilang sendiri, namun jika kondisi ini sering terjadi dan terasa mengganggu, kamu perlu waspada.
Penyebab tangan kesemutan tidak selalu ringan, bahkan dapat menjadi tanda adanya gangguan saraf atau penyakit tertentu. Berikut di antaranya.
Ilustrasi tangan kesemutan (medicalnewstoday.com)
Kesemutan terjadi saat saraf di tangan tertekan dalam waktu lama sehingga memicu rasa kebas, tertusuk, hingga mati rasa. Kondisi ini bisa muncul kapan saja, termasuk saat tidur.
Carpal tunnel syndrome merupakan salah satu penyebab tangan kesemutan saat tidur maupun saat beraktivitas.
Tekanan pada saraf median membuat tangan terasa kesemutan, nyeri, hingga sulit menggenggam. CTS banyak dialami pekerja yang melakukan gerakan tangan berulang, seperti mengetik dan menulis.
Peradangan pada sendi akibat rheumatoid arthritis dapat menekan saraf dan menyebabkan kesemutan. Gejalanya sering muncul pada malam hari, membuat tidur terganggu. Selain kesemutan, sendi menjadi nyeri, hangat, bengkak, dan kaku lebih dari satu jam setelah bangun tidur.
Baca juga: Kenali Penyebab Kesemutan di Tangan dan Kaki Kamu hingga Cara Mengobatinya di Rumah
Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan menyebabkan neuropati diabetik. Akibatnya, muncul rasa kebas, nyeri, dan kesemutan pada tangan.
Penyakit ini juga memberi tanda lain seperti kulit kering, penurunan atau peningkatan berat badan tanpa sebab, serta luka yang sulit sembuh.
Neuropati perifer dapat muncul karena cedera, infeksi, penyakit autoimun, infeksi, atau efek samping obat-obatan tertentu. Contoh obat yang bisa memicu kesemutan:
- Statin untuk kolesterol
- Kemoterapi
- Isoniazid untuk tuberkulosis
Keluhan biasanya membaik setelah terapi dihentikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Skinhealthinfo.org.uk