Ilustrasi pegel karena kolestrol (freepik/ stockking)
INDOZONE.ID - Selama ini banyak orang berpikir kolesterol tinggi itu penyakit “orang tua” karena mereka lebih sering mengeluh soal sakit dada, cepat capek, atau pusing. Sementara anak muda biasanya merasa sehat-sehat saja, aktif, dan tidak punya keluhan apa pun. Tapi justru di situlah masalahnya: kolesterol tinggi pada anak muda sering banget tidak terasa apa-apa. Diam-diam naik, tapi tubuh tidak memberi sinyal jelas.
Makanya, meski kamu masih muda dan merasa baik-baik saja, bukan berarti aman. Kolesterol tetap bisa naik tanpa gejala dan tiba-tiba bikin masalah kalau dibiarkan. Yuk, kenali 5 gejala kolesterol tinggi yang sering banget diabaikan, biar kamu lebih peka terhadap kondisi tubuh sendiri.
Baca juga: Ahli Gizi: Banyak Orang yang Enggak 'Ngeh' Kena Kolestrol karena Makan Berlebihan
Pernah tidak, tiba-tiba tangan atau kaki kamu kesemutan, mati rasa, atau terasa dingin padahal kamu tidak sedang capek atau habis olahraga? Nah, hal seperti ini bisa jadi tanda kalau aliran darahmu mulai tidak lancar.
Saat kolesterol LDL (kolesterol “jahat”) menumpuk dan membentuk plak di pembuluh darah, aliran darah ke bagian ujung tubuh seperti tangan dan kaki bisa terhambat. Akhirnya, saraf dan jaringan di sana kurang mendapat suplai darah yang cukup, dan muncullah sensasi aneh seperti kesemutan, mati rasa, atau dingin.
Banyak orang menganggap ini cuma akibat kebanyakan duduk, salah posisi, atau duduk di kursi yang tidak nyaman. Padahal, tubuh bisa saja sedang memberi sinyal kalau kolesterol mulai “mengganggu” aliran darah.
Pernah tidak, saat naik-turun tangga, lari sebentar, atau jalan cepat, tiba-tiba ngos-ngosan, cepat capek, atau dada terasa “berat”? Jangan langsung bilang, “udah tua aja.” Bisa jadi ini tanda kolesterol tinggi mulai membuat pembuluh darah jantung menyempit.
Saat plak kolesterol menumpuk di arteri, jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah. Akibatnya, otot jantung dan organ lain kekurangan oksigen, sehingga kamu cepat ngos-ngosan, gampang lelah, atau merasa dada sesak, bahkan saat aktivitas ringan.
Kalau ini sering terjadi padahal kamu tidak memiliki riwayat asma atau masalah pernapasan lain, sebaiknya jangan diabaikan. Bisa jadi ini sinyal dari tubuh kalau kolesterolmu mulai “mengganggu” jantung.
Ini salah satu tanda yang paling serius. Kolesterol tinggi bisa membuat arteri jantung (koroner) menyempit atau bahkan tersumbat. Akibatnya, aliran darah ke jantung berkurang dan bisa memicu nyeri dada (angina), rasa “berat” di dada, atau bahkan serangan jantung mendadak.
Yang tricky, gejalanya tidak selalu dramatis seperti di film. Kadang cuma terasa ringan, misalnya malas di dada, rasa tidak nyaman di bagian atas perut, rahang, atau punggung atas. Karena ringan, banyak orang cuek atau salah mengira itu cuma masalah asam lambung. Padahal, itu bisa jadi tanda bahaya dari kolesterol tinggi yang tidak boleh diabaikan.
Kalau kamu memperhatikan ada semacam “timbunan lemak” berwarna kekuningan di kelopak mata, siku, lutut, atau tendon, jangan dibiarkan begitu saja. Ini bisa jadi tanda klasik gangguan kolesterol, seperti xanthelasma (benjolan kuning di kelopak mata) atau xanthoma/tendon xanthoma (benjolan di sendi atau tendon).
Kedengarannya seperti hanya soal penampilan, ya? Tapi sebenarnya ini bisa menjadi alarm kalau kadar lemak dalam darahmu sudah tinggi, terutama LDL. Darah yang kebanyakan membawa kolesterol akhirnya menumpuk di jaringan tubuh, sehingga muncul “deposit lemak” di luar pembuluh darah.
Ini yang membuat kolesterol jadi “licik”. Banyak orang dengan kolesterol tinggi tidak merasakan apa-apa. Mereka masih sehat, aktif, dan tidak terlihat sakit sama sekali. Tapi di balik itu, pembuluh darah perlahan-lahan bisa tersumbat sampai suatu saat muncul komplikasi serius, seperti serangan jantung atau stroke.
Makanya, banyak ahli bilang cara paling akurat untuk tahu apakah kamu punya kolesterol tinggi bukan dari gejala, tapi lewat tes darah (lipid panel). Jadi, jangan cuma menebak-nebak, cek saja langsung biar aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic, Times Of India