Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 17:15 WIB

Migrain Datang Tiba-Tiba? Stres Mungkin Biang Keroknya!

Migrain Datang Tiba-Tiba? Stres Mungkin Biang Keroknya!Ilustrasi seseorang mengalami migrain dengan aura. (Freepik)

INDOZONE.ID - Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa yang hilang dengan tidur atau obat pereda nyeri. Banyak orang tidak sadar bahwa pemicunya sering kali berasal dari tekanan sehari-hari seperti rasa cemas, tuntutan pekerjaan, atau situasi serba buru-buru yang memicu peningkatan hormon stres dan membuat otak lebih sensitif terhadap nyeri hingga akhirnya memicu serangan migrain.

Penelitian menunjukkan stres, baik fisik maupun emosional, menjadi pemicu paling umum bagi penderita migrain dan sering berkaitan dengan kondisi seperti kecemasan atau depresi. Lebih kompleks lagi, stres dan migrain dapat membentuk siklus berulang: stres memicu migrain, dan migrain memperburuk stres. Jika tidak dikelola, kondisi ini bisa berdampak pada kualitas tidur, mood, dan respons tubuh terhadap rasa sakit.

Baca juga: Migrain Kronis Bisa Lumpuhkan Aktivitas, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Kenapa stres bisa memicu migrain?

Migrain sangat terkait dengan sistem saraf, sehingga tidak mengherankan jika stres memiliki peran besar dalam memicunya. Saat tubuh mengalami tekanan, hormon stres dapat meningkat dan membuat otak lebih sensitif terhadap rasa sakit. Jika stres berlangsung lama, perubahan pada sistem saraf dapat memengaruhi cara tubuh memproses nyeri, sehingga serangan migrain lebih mudah muncul.

Selain itu, ada fenomena yang disebut let-down headache, yaitu migrain yang justru muncul setelah masa sibuk, seperti setelah ujian, event besar, atau deadline pekerjaan. Faktor lain seperti perubahan hormon, kualitas tidur yang berantakan, dan tekanan emosional juga dapat meningkatkan risiko migrain muncul lebih sering.

Tanda migrain yang dipicu stres

Gejala migrain akibat stres sebenarnya mirip dengan migrain pada umumnya. Beberapa ciri yang paling sering muncul meliputi:

  • Sakit kepala berdenyut (sering kali hanya di satu sisi)
  • Leher terasa kaku atau tegang
  • Mual atau bahkan muntah
  • Sensitif terhadap cahaya dan suara
  • Penglihatan buram atau muncul aura visual

Karena gejalanya mirip tipe sakit kepala lain, pemeriksaan medis tetap disarankan untuk memastikan penyebabnya.

Cara memutus siklusnya: kelola stres, redakan migrain

Migrain Datang Tiba-Tiba? Stres Mungkin Biang Keroknya!Migrain. (pixabay.com)

Mengatasi migrain bukan hanya soal minum obat ketika serangan datang, tetapi juga mencegahnya sejak awal. Strategi yang bisa membantu antara lain:

  • Teknik relaksasi: meditasi, latihan napas, journaling, atau aktivitas mindful.
  • Terapi kognitif-perilaku: untuk membantu mengelola stres dan pola pikir negatif (hanya dapat dilakukan oleh tenaga ahli).
  • Gaya hidup teratur: tidur cukup, rutin olahraga ringan, pola makan seimbang, serta membatasi kopi dan alkohol.
  • Konsultasi profesional: terutama jika frekuensi migrain meningkat atau semakin parah.
  • Jangan berlebihan memakai obat pereda nyeri karena bisa memicu rebound headache.

Dengan kebiasaan yang konsisten, intensitas dan frekuensi migrain biasanya bisa berkurang.

Baca juga: Tips untuk Mengurangi Migrain dan Meningkatkan Kualitas Tidur

Kapan kita perlu ke dokter?

Jika migrain muncul lebih sering, durasinya semakin panjang, atau gejalanya berbeda dari biasanya, segera konsultasikan ke tenaga medis. Penanganan tepat sejak awal dapat membantu mencegah kondisi makin berat.

Kenali pola tubuhmu

Setiap orang punya pemicu migrain yang berbeda. Ada yang sensitif terhadap stres, ada yang dipicu hormon, makanan tertentu, atau kurang tidur. Membuat jurnal kecil tentang kapan migrain muncul dan apa yang kamu lakukan sebelumnya bisa membantu menemukan polanya.

Semakin kamu paham sinyal tubuhmu, semakin mudah kamu mencegah serangan sebelum terjadi. Migrain mungkin tidak bisa hilang sepenuhnya, tetapi dengan strategi yang tepat, kamu bisa mengontrolnya bukan sebaliknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Brisbanemigraine.com.au

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Migrain Datang Tiba-Tiba? Stres Mungkin Biang Keroknya!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!