Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 19:35 WIB

Kenapa Ada Orang Lactose Intolerance dan Ada yang Tidak? Ini Penjelasan Medisnya

Kenapa Ada Orang Lactose Intolerance dan Ada yang Tidak? Ini Penjelasan MedisnyaIlustrasi anak minum susu (Pexels/Samer daboul)

INDOZONE.ID - Pernah nggak kamu minum segelas susu, lalu perut jadi kembung, begah, atau malah cepat banget kepingin ke toilet? Kalau iya, bisa jadi kamu mengalami lactose intolerance atau intoleransi laktosa, yaitu kondisi ketika tubuh merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi produk susu.

Tapi uniknya, nggak semua orang mengalami hal ini. Ada yang santai minum susu pagi-sore, ada yang cuma merasakan gejala ringan, bahkan ada yang langsung bereaksi. Kenapa bisa beda-beda? Yuk, kita bahas secara medis, tapi tetap santai!

Apa Itu Lactose Intolerance?

Secara simpel, lactose intolerance adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa atau kurang mampu mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Penyebab utamanya adalah tubuh tidak memproduksi cukup enzim bernama lactase, yang berfungsi memecah laktosa agar bisa diserap oleh usus kecil.

Jika laktosa tidak terurai, zat tersebut akan lanjut ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri usus. Proses fermentasi ini menghasilkan gas dan cairan yang kemudian memicu gejala seperti perut kembung, bunyi di perut, diare, hingga mual.

Baca juga: Cara Memilih Susu Tanpa Menimbulkan Masalah Pencernaan: Coba Pilih yang Bebas Laktosa

Kenapa Ada Orang yang Lactose Intolerant? Jawabannya Ada di Genetik dan Biologi Kita!

1. Genetik dan Evolusi Populasi

Banyak orang memiliki gen lactase non-persistence, yaitu gen yang menyebabkan produksi enzim lactase menurun drastis setelah masa bayi. Inilah alasan mengapa banyak orang dewasa secara alami menjadi intoleran terhadap laktosa.

Fenomena ini juga menjelaskan perbedaan angka intoleransi laktosa di berbagai ras dan etnis:

  • Orang Asia Timur, Afrika, dan Timur Tengah umumnya memiliki tingkat intoleransi laktosa yang lebih tinggi.
  • Sementara itu, orang Eropa Utara cenderung lebih toleran terhadap laktosa karena sejarah budaya mengonsumsi susu secara turun-temurun membuat gen lactase tetap aktif hingga dewasa.

Secara sederhana, menurunnya produksi lactase saat dewasa adalah hal yang normal bagi banyak populasi di dunia, kecuali mereka yang memiliki mutasi gen tertentu.

2. Usia dan Penurunan Produksi Lactase

Kamu mungkin pernah mendengar, “Dulu aku bisa minum susu, tapi sekarang nggak lagi.” Hal ini terjadi karena seiring bertambahnya usia, tubuh biasanya mengalami penurunan produksi enzim lactase.

Saat bayi, kita secara alami memiliki lactase yang sangat aktif karena kebutuhan mencerna ASI. Namun, seiring bertambahnya umur, sebagian besar manusia mengalami penurunan produksi enzim ini, kecuali mereka yang memiliki gen khusus.

3. Gangguan Usus yang Menyebabkan Intoleransi

Intoleransi laktosa juga bisa muncul akibat gangguan kesehatan pada usus kecil, bukan hanya karena faktor gen atau usia. Beberapa contohnya meliputi:

  • Infeksi usus
  • Penyakit celiac
  • Penyakit Crohn
  • Operasi usus
  • Radiasi atau kanker

Ketika dinding usus kecil mengalami kerusakan, sel-sel penghasil enzim lactase tidak dapat bekerja optimal. Akibatnya, kemampuan tubuh untuk mencerna laktosa ikut terganggu.

Jenis intoleransi ini dikenal sebagai secondary lactose intolerance dan biasanya bersifat sementara selama usus dalam masa pemulihan.

Apakah Intoleransi Laktosa Sama dengan Alergi Susu?

Kenapa Ada Orang Lactose Intolerance dan Ada yang Tidak? Ini Penjelasan MedisnyaIlustrasi alergi susu pada anak. (Freepik).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica, Mayoclinic

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenapa Ada Orang Lactose Intolerance dan Ada yang Tidak? Ini Penjelasan Medisnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!