Ilustrasi orang menahan buang air kecil (freepik)
INDOZONE.ID - Saluran kemih memiliki fungsi penting dalam tubuh, yaitu menyalurkan urine untuk dibuang ke tubuh. Jika organ ini mengalami infeksi, maka fungsinya akan terhambat juga.
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan kondisi organ pada sistem kemih terkena infeksi, sering terjadi di kandung kemih dan uretra.
Saluran ini digunakan untuk menyimpan dan mengelola urine sebelum dikeluarkan tubuh. Proses dilakukan mulai dari penyaringan zat sisa dari dalam darah, lalu dikeluarkan dalam bentuk urine.
Apabila seseorang terkena infeksi ini, proses pengeluaran urine menjadi terhambat dan proses pembuangan jadi tidak normal.
Baca juga: Menopause Dini di Usia Muda? Ini 7 Penyebab yang Jarang Disadari
Pada umumnya, gejala yang sering terjadi pada infeksi saluran kemih adalah rasa nyeri ketika buang air kecil, frekuensi buang air kecil meningkat, dan warna urine keruh disertai darah.
Selain itu, kondisi ini menyebabkan saluran kemih iritasi dan menjadi merah. Beberapa gejala lain infeksi saluran kemih (ISK)
Baca juga: Sering Salah, Ini Cara Menyimpan Makanan yang Benar Menurut Ahli Biar Gizi Tidak Rusak
Infeksi saluran kemih rentan terjadi pada wanita, karena cenderung memiliki uretra lebih pendek dibandingkan pria. Hal ini membuat bakteri bisa lebih mudah sampai ke kandung kemih dan ginjal. Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko ISK.
Baca juga: Pantangan Makanan untuk Penderita Chikungunya: Ini yang Perlu Dihindari agar Cepat Pulih
Jika sudah terkena ISK harus segera diatasi, karena bisa memicu beberapa komplikasi, seperti:
Komplikasi pertama yaitu infeksi ginjal, yang bisa menyebabkan kerusakan secara permanen pada ginjal. Hal ini disebabkan karena terhambat proses penyaringan zat sisa dalam darah di ginjal.
Kondisi wanita yang terkena ISK saat kehamilan bisa meningkatkan risiko kelahiran berat badan lahir rendah dan prematur.
Selanjutnya, komplikasi akibat ISK bisa menyebabkan penyempitan uretra pada pria.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloamhospital, Halodoc