Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 27 JANUARI 2026 • 14:30 WIB

Kenapa Seafood Bisa Menyebabkan Alergi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa Seafood Bisa Menyebabkan Alergi? Ini Penjelasan IlmiahnyaIlustrasi alergi kulit (Pexels/Jenna Hamra)

INDOZONE.ID - Seafood adalah makanan laut yang superlezat dan populer di banyak negara, dari Asia sampai Eropa. Namun, tidak semua orang bisa bebas mengonsumsi seafood, karena bagi sebagian orang, makanan laut justru dapat memicu alergi yang serius. Reaksinya bisa berupa gatal-gatal ringan hingga sesak napas, bahkan anafilaksis yang berbahaya bagi nyawa.

Pertanyaannya, kenapa seafood bisa menyebabkan alergi? Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh kita ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap makanan laut ini?

Apa Itu Alergi Makanan? Sejenis Overreaction Sistem Imun

Sebelum masuk ke bahasan seafood, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu alergi makanan secara umum. Singkatnya, alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Padahal, tugas utama sistem imun adalah melawan kuman dan virus. Namun, pada orang yang memiliki alergi, protein dalam makanan justru dianggap sebagai “musuh”. Akibatnya, tubuh melepaskan zat seperti histamin yang kemudian memunculkan berbagai gejala alergi.

Kondisi ini berbeda dengan intoleransi makanan. Jika intoleransi biasanya hanya berkaitan dengan gangguan pencernaan, alergi benar-benar melibatkan reaksi sistem imun.

Jika berbicara soal seafood, alergi yang paling sering terjadi umumnya disebabkan oleh protein tertentu yang terdapat pada ikan atau kerang. Jadi, bukan karena “makanan lautnya” secara umum, melainkan karena tubuh salah mengenali protein tersebut sebagai sesuatu yang berbahaya. Reaksi yang muncul pun dapat berbeda-beda pada setiap orang.

Protein dalam Seafood yang Menjadi Pemicu Alergi

Berbeda dengan daging ayam atau sapi, kandungan protein dalam seafood cukup unik dan dapat memicu respons imun tertentu pada orang yang sensitif. Dua jenis protein utama yang paling sering menjadi pemicu alergi pada makanan laut adalah:

1. Tropomyosin dalam Kerang dan Krustasea

Protein tropomyosin ditemukan pada banyak makanan laut seperti udang, kepiting, lobster, kerang, dan produk krustasea lainnya. Protein ini sangat stabil terhadap panas, artinya tidak rusak meskipun seafood dimasak pada suhu tinggi. Karena itu, tropomyosin tetap dapat memicu respons alergi meskipun makanan sudah dimasak.

2. Parvalbumin pada Ikan

Pada ikan, protein parvalbumin merupakan penyebab utama alergi. Parvalbumin banyak terdapat pada daging ikan bersirip dan tidak rusak meskipun dimasak. Hal ini membuat ikan, baik dalam kondisi mentah maupun matang, tetap dapat memicu alergi pada individu yang sensitif.

Karena kedua jenis protein tersebut stabil terhadap panas dan pemrosesan makanan, alergi tetap dapat terjadi meskipun seafood sudah matang atau diolah menjadi berbagai jenis hidangan.

Bagaimana Sistem Imun Memicu Reaksi Alergi Seafood?

Untuk memahami mekanismenya, bayangkan bahwa tubuh memiliki sistem pertahanan yang disebut sistem kekebalan tubuh. Ketika makanan masuk ke saluran pencernaan, tubuh biasanya mengenalinya sebagai sesuatu yang normal. Namun, pada penderita alergi seafood, sistem imun justru “menganggap” protein tertentu sebagai penyerang berbahaya.

Begitu protein tersebut terdeteksi, tubuh memproduksi antibodi jenis imunoglobulin E (IgE). Antibodi IgE ini kemudian menempel pada sel kekebalan yang disebut sel mast dan basofil. Saat IgE kembali bertemu dengan protein seafood yang sama di kemudian hari, sel-sel tersebut akan melepaskan zat kimia seperti histamin ke dalam darah. Histamin inilah yang menyebabkan gejala alergi seperti gatal-gatal, pembengkakan, sesak napas, hingga anafilaksis jika reaksinya sangat parah.

Baca juga: 5 Jenis Obat Alergi Makanan, Pil hingga Suntikan

Gejala Alergi Seafood: Dari Ringan hingga Berbahaya

Gejala alergi seafood muncul sebagai respons tubuh terhadap pelepasan histamin dan senyawa lainnya. Umumnya, gejala ini muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi seafood. Tingkat keparahannya pun beragam, mulai dari ringan hingga mengancam nyawa.

1. Gejala Ringan hingga Sedang

Orang dengan alergi seafood dapat mengalami:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayoclinic, Healthdirect.gov.au

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenapa Seafood Bisa Menyebabkan Alergi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!