Pembelahan Mitosis (Pixabay / qimono)
INDOZONE.ID - Pembelahan sel merupakan proses penting bagi makhluk hidup. Melalui pembelahan sel, tubuh dapat tumbuh, berkembang, dan mengganti sel yang rusak atau mati agar fungsi tubuh tetap berjalan dengan baik dan seimbang.
Salah satu jenis pembelahan sel adalah mitosis. Mitosis terjadi pada sel tubuh dan menghasilkan dua sel anak yang sama dengan sel induknya, sehingga berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Yuk, mari pembahasan lebih lanjut.
Pembelahan mitosis adalah proses pembelahan satu sel induk menjadi dua sel anak yang sama persis dengan sel induknya. Sel anak hasil mitosis memiliki jumlah kromosom (2n) dan sifat genetik yang sama dengan sel induk.
Mitosis terjadi pada sel tubuh (sel somatik), seperti sel kulit, sel otot, dan sel darah. Proses ini tidak terjadi pada sel kelamin. Karena itu, mitosis sangat berperan dalam pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan perawatan tubuh agar tetap berfungsi dengan baik.
Baca juga: 10 Fakta Mengejutkan Tentang ASI, Salah Satunya Dapat Membunuh Sel Kanker
Pembelahan mitosis memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari pembelahan sel lainnya, yaitu:
Sebelum masuk ke fase inti, sel terlebih dahulu berada pada fase persiapan yang disebut Interfase. Setelah itu, barulah sel memasuki empat tahap utama mitosis:
1. Profase
Pada tahap profase, kromatin di dalam inti sel mulai memadat dan membentuk kromosom. Membran inti sel perlahan menghilang, dan benang spindel mulai terbentuk. Pada tahap ini, sel mulai bersiap untuk membagi materi genetiknya.
2. Metafase
Pada tahap metafase, kromosom berjajar rapi di tengah sel, tepatnya di bidang ekuator. Benang spindel menempel pada kromosom dan siap menariknya ke arah yang berlawanan.
3. Anafase
Pada tahap anafase, kromosom yang sebelumnya berpasangan akan terpisah dan ditarik ke dua kutub sel yang berlawanan. Tahap ini sangat penting karena menentukan pembagian kromosom yang sama pada kedua sel anak.
4. Telofase
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline