Ilustrasi pemanis pengganti gula putih. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Gula masih jadi bagian sulit dilepas dari keseharian banyak orang. Di negara seperti India, konsumsi gula bahkan tercatat jauh melebihi rekomendasi global.
Kondisi ini ikut memicu meningkatnya kekhawatiran soal kesehatan, mulai dari obesitas sampai diabetes.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Sudhir Kumar, ahli neurologi dari Rumah Sakit Apollo, Hyderabad, angkat suara soal pemanis pengganti gula yang lebih aman untuk dikonsumsi sehari-hari.
Melalui akun X, Dr. Kumar melempar pertanyaan sederhana ke para pengikutnya, “Pemanis mana yang paling sehat?” Jawaban akhirnya mengerucut stevia.
Baca juga: Kenali Risiko Kanker dalam Keluarga, Faktor Genetik dan Non-Genetik
Menurut Dr. Kumar, stevia punya banyak keunggulan dibandingkan gula putih maupun pemanis lainnya. Stevia dinilai cocok untuk orang yang tetap ingin rasa manis, tapi tanpa efek samping seperti gula rafinasi.
Beberapa alasan stevia disebut paling sehat, antara lain:
Meski begitu, ia juga mengakui bahwa tidak semua orang bisa langsung lepas dari kebiasaan manis, terutama dalam konsumsi minuman seperti teh dan kopi.
"Saya lebih suka minum teh dan kopi tanpa pemanis; tetapi saya tahu ada orang yang tidak bisa minum teh/kopi tanpa pemanis," tambah Dr. Kumar.
Baca juga: Manfaat Edamame untuk Wanita 40 Tahun, Bantu Hormon Tetap Seimbang hingga Tulang Lebih Kuat
Stevia merupakan pemanis alami tanpa kalori yang berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan dan sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu oleh masyarakat lokal untuk mempermanis teh dan ramuan obat.
Dalam beberapa dekade terakhir, stevia mulai populer secara global sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan gula putih, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan pola hidup sehat.
Dengan klaim nol kalori dan aman untuk penderita diabetes, stevia kini makin dilirik sebagai pilihan pemanis yang lebih ramah tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times