Ilustrasi tersedak makanan. (freepik)
INDOZONE.ID - Pneumonia aspirasi merupakan infeksi paru-paru serius. Hal ini terjadi ketika makanan, cairan, air liur, atau isi lambung, masuk ke saluran napas dan paru-paru, yang seharusnya menuju kerongkongan.
Kondisi ini kerap berkaitan dengan gangguan menelan, terutama pada lansia dan penyintas stroke.
Lantaran dapat berkembang dengan cepat, pemahaman mengenai penyebab, gejala, serta penanganan pneumonia aspirasi menjadi penting. Hal itu untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
Dikutip dari Medical Daily, pneumonia aspirasi terjadi ketika benda asing masuk ke saluran napas bagian bawah, dan memicu peradangan serta infeksi bakteri. Paru-paru tidak dirancang untuk menerima makanan atau cairan.
Baca juga: 3 Tips Aman Atasi Tersedak agar Tidak Berakibat Fatal
Ketika material dari mulut atau lambung mencapai paru-paru, bakteri dapat ikut masuk dan menyebabkan iritasi jaringan paru.
Infeksi ini dapat bersifat ringan hingga mengancam jiwa, terutama pada individu dengan kondisi kesehatan yang lemah.
Dalam kondisi normal, tubuh memiliki mekanisme perlindungan untuk mencegah makanan atau cairan masuk ke saluran napas.
Ilustrasi wanita alami pneumonia (Freepik/benzoix)
Epiglotis akan menutup batang tenggorokan saat menelan, dan refleks batuk membantu mengeluarkan benda asing yang masuk ke saluran napas.
Namun, ketika mekanisme ini melemah, risiko aspirasi meningkat. Beberapa penyebab umum meliputi:
Penyintas stroke termasuk kelompok yang paling berisiko, karena sering mengalami gangguan koordinasi otot menelan. Sehingga, makanan atau minuman lebih mudah ‘salah jalan’ ke paru-paru.
Gejala dapat muncul secara tiba-tiba setelah tersedak, atau berkembang perlahan dalam beberapa hari. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
Tanda tambahan yang sering muncul sebelum infeksi berkembang meliputi:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily