Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 02 MARET 2026 • 13:00 WIB

Bukan Cuma Ibadah, Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh dan Otak Saat Puasa Ramadan

Bukan Cuma Ibadah, Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh dan Otak Saat Puasa RamadanTips melatih anak berpuasa (Sumber: gettyimage)

INDOZONE.ID - Puasa Ramadan selama ini identik dengan ibadah dan pengendalian diri. Namun di balik itu, ada sederet manfaat kesehatan nyata yang sudah banyak dibahas secara ilmiah. Menariknya, efek positif ini bukan hasil diet ekstrem, melainkan berasal dari pola puasa yang relatif aman, teratur, dan bisa dijalani banyak orang.

Bukan Sekadar Menahan Lapar

Puasa Ramadan memiliki pola berbeda dari tren diet ketat. Tubuh tetap mendapat asupan nutrisi lewat sahur dan berbuka, dengan kalori harian umumnya masih berada di batas normal atau sedikit lebih rendah. Hasilnya, sistem pencernaan dapat “libur” sejenak tanpa membuat tubuh kekurangan gizi.

Tak minum selama 8–10 jam juga bukan masalah besar. Tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk mengatur cairan, sehingga selama dijalani dengan benar, kondisi ini tetap aman.

Baca juga: Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan, Dijamin Tetap Percaya Diri

Tubuh Fokus Memperbaiki Diri

Saat tidak sibuk mencerna makanan, tubuh mengalihkan energinya ke proses regenerasi sel, termasuk sel sistem imun. Inilah alasan mengapa puasa sering dikaitkan dengan peningkatan daya tahan tubuh dan pemulihan internal yang lebih optimal.

Kurma Saat Buka Puasa, Ternyata Ada Alasannya

Kebiasaan berbuka dengan kurma bukan hanya sunnah, tetapi juga masuk akal secara medis. Gula alaminya cepat mengembalikan energi, seratnya membantu pencernaan, dan kandungan mineral seperti kalium serta magnesium mendukung kerja otot dan saraf setelah seharian berpuasa.

Efek Positif ke Otak dan Mental

Puasa juga berpengaruh pada kesehatan otak. Produksi BDNF, protein penting untuk memori dan kemampuan belajar meningkat saat berpuasa. Di saat yang sama, hormon stres seperti kortisol cenderung menurun. Hasilnya, banyak orang merasa pikirannya lebih tenang, fokus meningkat, dan emosi lebih stabil selama Ramadan, bahkan hingga setelahnya.

Momen Reset Kebiasaan Buruk

Ramadan sering menjadi titik awal untuk meninggalkan kebiasaan tidak sehat, seperti merokok atau konsumsi gula berlebihan. Karena dilakukan secara serentak dan didukung suasana sekitar, perubahan gaya hidup ini terasa lebih mudah dijaga.

Baik untuk Jantung dan Kolesterol

Sejumlah riset menunjukkan bahwa setelah Ramadan, kadar kolesterol jahat dan trigliserida menurun, sementara kolesterol baik (HDL) meningkat. Dampaknya positif untuk kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit serius seperti stroke dan serangan jantung. Selain itu, puasa membantu tubuh mengatur gula darah lebih stabil, sehingga risiko diabetes dan obesitas juga ikut ditekan.

Nafsu Makan Jadi Lebih Terkontrol

Berbeda dengan diet instan yang sering berujung pada balas dendam makan, puasa Ramadan membantu mengatur ulang pola makan. Porsi yang lebih terkontrol membuat lambung beradaptasi, sehingga rasa lapar berlebihan berkurang secara alami.

Detoks Alami Tanpa Ribet

Saat tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi, zat sisa dan racun yang tersimpan ikut terurai. Organ penting seperti hati, ginjal, dan usus mendapat kesempatan “bernapas” dan bekerja lebih optimal. Efeknya bisa dirasakan pada berbagai keluhan, mulai dari pencernaan, penumpukan lemak perut, hingga rasa tidak nyaman di tubuh yang perlahan berkurang.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Puasa? Ini Penjelasan dan Tips Amannya

Metabolisme Jadi Lebih Efisien

Selama Ramadan, tubuh meningkatkan hormon yang membantu penyerapan nutrisi. Artinya, zat gizi yang masuk bisa dimanfaatkan lebih maksimal untuk energi dan kesehatan sehari-hari.

Adaptasi Tubuh dari Hari ke Hari

Di awal puasa, wajar jika muncul pusing, lemas, atau lapar berlebih. Namun setelah beberapa hari, tubuh mulai beradaptasi. Sistem pencernaan beristirahat, energi meningkat, dan fokus membaik. Menjelang akhir Ramadan, banyak orang justru merasa lebih bugar, tajam secara mental, dan lebih seimbang secara fisik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Asterhospitals.in

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Cuma Ibadah, Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh dan Otak Saat Puasa Ramadan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!