Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 02 MARET 2026 • 16:00 WIB

Asam Lambung Sering Kambuh Saat Puasa? Ini 8 Menu Iftar Aman Bagi Penderita Asam Lambung

Asam Lambung Sering Kambuh Saat Puasa? Ini 8 Menu Iftar Aman Bagi Penderita Asam LambungIlustrasi kanker lambung. (Freepik)

INDOZONE.ID - Berbuka puasa memang menjadi momen paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, bagi kamu yang memiliki masalah asam lambung, momen ini justru bisa menjadi “zona rawan” jika salah memilih makanan. Perut yang kosong terlalu lama membuat lambung lebih sensitif, sehingga beberapa jenis makanan bisa langsung memicu rasa perih, mual, hingga dada terasa panas.

Kabar baiknya, penderita asam lambung tetap bisa menikmati iftar dengan nyaman asalkan memilih menu yang tepat. Berikut rangkuman menu iftar yang relatif aman, ringan di perut, dan tetap mengenyangkan.

Baca juga: Punya Asam Lambung Tapi Ingin Puasa? Ini Cara Aman Menjalani Puasa Ramadan

Pilihan Menu Iftar Aman untuk Penderita Asam Lambung

Menjaga lambung selama puasa bukan hanya soal jam makan, tetapi juga jenis makanan yang dikonsumsi. Berikut pilihan menu andalan saat berbuka:

  • Karbohidrat Kompleks yang Mengenyangkan: makanan seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum utuh, atau kentang tumbuk mampu memberi rasa kenyang lebih lama. Teksturnya lembut dan tidak memicu lonjakan asam lambung. Pastikan pengolahannya sederhana, tanpa tambahan lemak berlebih.
  • Protein Rendah Lemak: tubuh tetap memerlukan protein setelah puasa. Pilih sumber yang ringan seperti ikan kukus, tahu, tempe, yogurt rendah lemak, atau dada ayam tanpa kulit. Jenis protein ini lebih ramah untuk pencernaan.
  • Kurma, Tapi Jangan Berlebihan: kurma identik dengan buka puasa. Untuk penderita asam lambung, 2–3 butir sudah cukup sebagai pembuka. Kandungan serat dan mineralnya membantu mengembalikan energi tanpa membebani lambung.
  • Nasi Tim atau Nasi Lembek: tekstur nasi yang lembut membuat lambung bekerja lebih santai. Padukan dengan lauk sederhana seperti tahu, tempe, atau ikan rebus agar tetap seimbang gizinya.
  • Sayuran Hijau yang Dimasak Matang: bayam dan sayuran hijau lainnya kaya serat serta vitamin. Pastikan dimasak hingga benar-benar matang agar tidak memicu iritasi lambung.
  • Susu Rendah Lemak: jika ingin minum susu saat berbuka, pilih versi rendah lemak. Susu tinggi lemak bisa memperparah gejala asam lambung karena lebih sulit dicerna.
  • Air Jahe Hangat: minuman ini membantu meredakan mual dan rasa begah. Jahe juga dapat mengurangi gas berlebih di saluran cerna, membuat perut terasa lebih nyaman setelah berbuka.
  • Air Kelapa: membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus mendukung kestabilan pH. Minuman alami ini juga cocok untuk mencegah dehidrasi setelah seharian puasa.
  • Teh Herbal Non-Kafein: teh herbal seperti licorice dapat membantu melindungi kerongkongan dari iritasi. Namun tetap selektif, hindari teh peppermint karena bisa memicu keluhan pada sebagian penderita asam lambung.

Baca juga: 7 Minuman yang Bisa Meredakan Asam Lambung dengan Cepat dan Mudah Ditemukan

Tips Supaya Asam Lambung Tidak Naik Saat Puasa

Selain menu, kebiasaan makan juga berpengaruh besar. Supaya puasa tetap lancar dan nyaman, lakukan hal-hal berikut:

  • Makan perlahan dan jangan langsung dalam porsi besar
  • Terapkan pola minum 2-4-2 agar kebutuhan cairan tercukupi
  • Kurangi makanan terlalu manis, berminyak, dan tinggi garam

Dengan pilihan menu yang tepat dan pola makan lebih teratur, puasa tetap bisa dijalani dengan nyaman meski memiliki riwayat asam lambung. Jadi, buka puasa tetap nikmat tanpa drama perut perih!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siloamhospitals.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Asam Lambung Sering Kambuh Saat Puasa? Ini 8 Menu Iftar Aman Bagi Penderita Asam Lambung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!