Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 08 MARET 2026 • 09:15 WIB

Low Energy Syndrome? Ini Tanda Tubuhmu Butuh Perhatian Serius

Low Energy Syndrome? Ini Tanda Tubuhmu Butuh Perhatian SeriusIlustrasi kelelahan setelah bangun tidur. (freepik)

INDOZONE.ID - Selama ini, merasa lelah meski sudah tidur cukup, sering kali dianggap sebagai dampak stres atau rutinitas yang padat.

Namun, kelelahan yang berlangsung terus-menerus, dapat menjadi tanda adanya gangguan yang lebih dalam terkait kesehatan dan vitalitas tubuh.

Mengenali gejala Low Energy Syndrome atau sindrom energi rendah sejak dini, penting. Hal itu untuk mengetahui apakah kelelahan disebabkan oleh pola hidup yang kurang tepat, atau kondisi medis tertentu. 

Memahami perbedaan antara rasa lelah biasa dan kelelahan kronis, dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Catat! Ini 6 Cara Mengatasi Kelelahan pada Penderita Penyakit Ginjal Kronis

Gejala Umum Energi Rendah

Dikutip dari Medical Daily, Energi rendah biasanya muncul secara bertahap, baik melalui perubahan fisik maupun mental. Sebagian orang merasakan hilangnya motivasi tanpa sebab yang jelas.

Sementara yang lain, merasa kesulitan menjalani aktivitas harian meski sudah beristirahat.

Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Rasa lelah terus-menerus meski sudah tidur cukup
  • Mengantuk di siang hari atau sering menguap
  • Sulit berkonsentrasi atau mengalami “brain fog”
  • Perubahan suasana hati seperti mudah marah atau apatis
  • Otot terasa lemah atau tubuh terasa lamban
  • Keinginan mengonsumsi gula atau kafein untuk meningkatkan energi secara instan

Low Energy Syndrome? Ini Tanda Tubuhmu Butuh Perhatian SeriusIlustrasi mengantuk hingga tidur saat siang hari. (Freepik)

Gejala-gejala ini kerap disertai perubahan kondisi emosional, seperti meningkatnya sensitivitas terhadap stres, atau berkurangnya minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai. 

Jika berlangsung lama, penting untuk menelusuri penyebabnya lebih lanjut.

Memahami Penyebab Kelelahan

Kelelahan bukanlah satu kondisi tunggal, melainkan sinyal dari tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak seimbang. Membedakan antara lelah normal dan energi rendah yang menetap, membantu mengidentifikasi penyebab yang memengaruhi fungsi harian.

Beberapa faktor yang umum berkontribusi antara lain:

  • Kualitas tidur yang buruk: Gangguan tidur seperti sleep apnea atau jadwal tidur tidak teratur menghambat proses pemulihan tubuh.
  • Kekurangan nutrisi: Rendahnya zat besi, vitamin B12, atau vitamin D dapat mengganggu produksi energi dan distribusi oksigen dalam tubuh.
  • Gangguan hormonal: Masalah tiroid, khususnya hipotiroidisme, dapat memperlambat metabolisme dan menurunkan stamina.
  • Stres kronis: Hormon stres yang terus meningkat dapat menguras cadangan energi dan melemahkan sistem imun.
  • Dehidrasi dan pola makan buruk: Kurangnya asupan cairan atau konsumsi makanan tinggi proses dapat menyebabkan fluktuasi energi.
  • Kurang aktivitas fisik: Gaya hidup sedentari dapat menurunkan efisiensi otot sehingga aktivitas ringan pun terasa melelahkan.

Dengan memahami berbagai penyebab ini, seseorang dapat mengevaluasi faktor gaya hidup dan medis secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejalanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Low Energy Syndrome? Ini Tanda Tubuhmu Butuh Perhatian Serius

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!